logo

Selamatkan Siswa Korban "Susur Sungai", Warga Turi Peroleh Penghargaan

Selamatkan Siswa Korban

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Rachmat Koesnadi (tengah) bersama kedua penerima penghargaan.(foto,ist)
25 Februari 2020 22:43 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SLEMAN: Dua orang warga Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta, Darwanto alias Kodir dan Mbah Sudiro mendapatkan penghargaan dari Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, karena tindakannya turut menyelamatkan ratusan siswa SMPN 1 Turi yang hanyut di Sungai Sempor, Sleman, Jumat (21/2/2020) lalu.

"Apa yang dilakukan Pak Kodir dan Pak Sudiro patut menjadi contoh bagi kita semua. Keduanya bertindak tanpa pamrih, dan betul-betul dengan niat untuk menyelamatkan orang lain. Dengan melawan rasa takut dan di tengah ancaman arus deras, keduanya menolong anak-anak yang sedang hanyut," tutur Mensos, di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Mewakili Mensos Juliari P Batubara, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Rachmat Koesnadi menyerahkan langsung penghargaan, berupa uang masing-masing senilai Rp10 juta, kepada Kodir dan Mbah Sudiro disaksikan Bupati Sleman Sri Purnomo, di Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/2/2020).

Lebih lanjut Mensos menyatakan, apa yang sudah dilakukan kedua warga Kecamatan Turi tersebut, sejalan dengan nilai-nilai yang dikembangkan Kementerian Sosial (Kemensos), terutama terkait kesetiakawanan sosial. "Keduanya menjadi contoh penerapan nyata nilai-nilai kesetiakawanan sosial," ujarnya.

Dia menekankan pentingnya terus memupuk dan mengembangkan nilai-nilai dan semangat kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan kuatnya arus modernitas, yang berjalan di hampir semua sendi kehidupan, sikap individualistis dan kurang perduli kepada sesama, cenderung makin menguat.

" Alhamdulillah, ternyata kita masih menemukan nilai-nilai kesetiakawanan sosial dari dua tokoh hebat itu," kata Mensos. Penghargaan ini diberikan, imbuhnya menekankan, bukan dengan maksud untuk mengurangi apresiasi Mensos pada pihak-pihak lain yang sudah memberikan kontribusinya, sesuai dengan peran dan fungsinya dalam penyelamatan insiden siswa hanyut di Sungai Sempor tersebut.

"Penghargaan setinggi-tingginya saya sampaikan kepada semua pihak terkait, yang bersama-sama, bahu membahu menangani kejadian ini. Semoga ini menjadi kejadian terakhir, dan menjadi pelajaran bagi kita semua," tutur Mensos.

Sementara itu, Direktur PSKBA Rachmat Koesnadi menyatakan, naluri kemanusiaan yang dimiliki oleh Kodir dan mbah Sudiro, adalah modal terbesar dalam segala aspek sosial dan kemanusiaan.

"Kami sangat mengapresiasi kerja kemanusiaan teman- teman semua, khususnya kepada Mas Kodir dan pak Sudiro. Kalau tidak ada mereka, mungkin korban bisa lebih. Terima kasih banyak pak," ujarnya.

Acara pemberian penghargaan tersebut bersamaan dengan kegiatan Sosialisasi Program Restorasi Sosial Kemensos RI, serta peresmian Sekretariat Relawan Sembada oleh Bupati Sleman Sri Purnom.

Di bagian lain, penerima penghargaan Mbah Sudiro mengaku berat menerima penghargaan tersebut. Pasalnya, ada banyak warga lainnya yang turut membantu proses evakuasi.

Untuk itu, uang penghargaan yang dia terima akan dibagikan kepada warga yang ikut membantu. "Sangat berat menerima, karena yang kerja bukan hanya saya tapi masyarakat semua. Kebetulan yang tercatat saya sama mas ini. Uang ini saya bagikan dan saya sumbangkan untuk membangun masjid," ungkap Sudiro.

Sedangkan, Kodir menyatakan tidak mengharapkan penghargaan itu. Dia mengaku, menolong siswa yang hanyut karena prikemanusiaan dan rasa tolong menolong.

"Ngga sanggup saya sebenarnya menerima ini. Niatnya kan karena kemanusiaan," ujarnya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto