logo

Virus Corona, DKI Siap Terima WNI Diobservasi Di Pulau Sebaru Kepulauan Seribu

Virus Corona, DKI Siap Terima WNI Diobservasi Di Pulau Sebaru Kepulauan Seribu

Foto: Ilustrasi (Antara)
25 Februari 2020 04:53 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pihaknya akan mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan RI untuk melakukan observasi WNI penumpang Diamond Princess dan World Dream di Kepulauan Seribu.

"Intinya kami siap," kata Widyastuti saat ditemui wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/2/2020).

Widyastuti mengatakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga akan menyiapkan kebutuhan sesuai prosedur standar operasional (SOP) oleh Kementerian Kesehatan RI untuk para WNI yang akan diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.

"Tentu sesuai SOP yang dibuat standar Kementerian Kesehatan," kata Widyastuti.

Meski sudah menyatakan bersedia dan siap membantu proses observasi WNI yang menjadi penumpang Diamond Princess dan World Dream, namun ia tidak mau menjelaskan lebih lanjut durasi hingga proses yang akan dijalani di Pulau Sebaru itu.

Widyastuti pun mengatakan fasilitas bagi para WNI itu sudah disiapkan. "Sudah (ada fasilitasnya)," kata Widyastuti.

Sebelumnya diberitakan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putrano menyebutkan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang akan dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess dan World Dream akan diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.

"Nanti (diobservasi) di pulau kosong, nanti lintangnya kita berikan Sebaru," kata Terawan di lingkungan Istana Kepresidenan di Jakarta.

Terdapat 78 orang WNI di kapal pesiar Diamond Princess. Dalam perjalanan, kapal tersebut berlabuh di Pelabuhan Yokohama untuk menjalani masa karantina penyebaran virus Corona jenis baru atau COVID-19 (menurut penamaan WHO).

Terdapat empat orang WNI terkonfirmasi terpapar oleh virus tersebut dan sedang menjalani perawatan di Jepang.

Sedangkan ada 188 WNI bekerja di kapal pesiar World Dream yang hingga saat ini masih berada di perairan internasional dekat Bintan, Kepulauan Riau karena ditolak bersandar di seluruh negara termasuk Indonesia.

Hingga Senin (24/2) pagi terkonfirmasi 79.00 orang yang terinfeksi virus Corona dengan 2.469 kematian sedangkan sudah ada 23.510 orang yang dinyatakan sembuh. Kasus di China mencapai 76.942 kasus, di kapal Diamond Princess mencapai 691 kasus, di Korea Selatan 602 kasus, di Italia 155 kasus serta di 29 negara lainnya.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria mendukung rencana Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto untuk melakukan observasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) penumpang kapal pesiar Diamond Princess dan World Dream di Pulau Sebaru, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Rasanya cukup bagus dan saya setuju," kata Iman saat dihubungi, di Jakarta, Senin.

Iman mendukung rencana Menkes Terawan karena lokasi Pulau Sebaru yang strategis di ujung Kepulauan Seribu dan tidak ada aktivitas warga di pulau itu.

"Sebaru adalah pulau yang di penghujung. Jadi sangat cocok untuk kegiatan observasi," kata Iman.

Meski mendukung rencana Menkes, Iman berharap Kementerian Kesehatan RI juga melakukan sosialisasi terhadap warga terkait penggunaan salah satu pulau di area Kepulauan Seribu itu.

"Harus ada sosialisasi dong. Itu urusan kementerian, sosialisasi secepatnya," kata Iman.

Ia pun berharap rencana Menkes melakukan observasi kepada WNI penumpang dua kapal pesiar yang diduga tempat penyebaran virus corona COVID19 tidak mendapat penolakan dari warga sekitar. "Mudah- mudahan tidak ada penolakan ya," kata politikus dari partai Gerindra itu.

Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad menyatakan wilayahnya aman sebagai lokasi observasi untuk warga negara Indonesia (WNI) dari kapal pesiar Diamond Princess dan World Dream.

"Pulau Sebaru merupakan pulau yang tidak berpenghuni atau tidak ada penduduk," kata Husein saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.

Bupati menjelaskan di pulau itu, terdapat beberapa fasilitas yang dulunya pernah digunakan sebagai tempat rehabilitasi korban narkotika.

"Saya juga akan sosialisasi kepada warga, agar mereka tidak resah dan paham terhadap program pemerintah," jelas Husein. (Antara) ***