logo

Kumuh, Pasar Induk Aimas Kabupaten Sorong Direvitalisasi Secara Bertahap

 Kumuh, Pasar Induk Aimas  Kabupaten Sorong Direvitalisasi  Secara Bertahap

Pasar Induk Aimas Yang Kumuh, Direvitalisasi. Kepala BP2RD Kabupaten Sorong, Oktovianus .N.Kalasuat SH,M.Si, Sedang Menjelaskan Kondisi Pasar Ini/Foto:skid (Yacob Nauly)
21 Februari 2020 00:35 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AIMAS:Pasar Induk Aimas kabupaten Sorong  , Papua Barat, yang kumuh  itu  akhirnya direvitalisasi secara  bertahap.

Revitalisasi,  dimulai dari pembersihan   lokasi  yang sudah tertutupi rumput keras setinggi dua meter. Kemudian,  akan dilakukan   pembersihan saluran pembuangan  serta  merehap gedung  dan  lain-lain secara bertahap.

Kepala Badan  Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), Kabupaten Sorong, Oktovianus  N.Kalasuat, SH,M.Si,mengatakan, memang dirinya  berinisiatif untuk merevitalisasi Pasar Induk Aimas ini.

“Seperti diketahui bahwa  pasar  Induk Aimas ini dibangun sejak  tahun 2001 lalu, namun  tidak beroperasi. Akhirnya, lokasi pasar ini mulai dari halaman hingga  gedung  dan los-los untuk  berjualan   rusak  50 hingga 60 persen rusak,”kata  Kalasuat kepada suarakarya.id, di lokasi pasar tersebut, Kamis (20/2/2020) sore.

Dikatakan Kalasuat, kondisi pasar induk tersebut  terakhir ini, sudah tertutupi rumput  tebal dan keras  setinggi 2 meter. Dalam kondisi seperti  itu,  membutuhkan kreatifitas  untuk bagaimana  membuat terobosan agar kesulitan  dalam segala hal itu bisa  teratasi.

“Mengingat  kondisi pasar yang sudah  rapuh karena  tertutupi rumput dan menjadi sarang  hewan  piaraan warga, membuat saya berinisiatif. Yakni,  untuk  mulai merevitalisasi pasar Induk Aimas ini  dengan sumber daya sendiri dan  baru akan saya laporkan  ke Bupati untuk meminta petunjuk selanjutnya,”kata Oktovianus .N. Kalasuat,   anak muda asli  Moi ini kepada suarakarya.id.

Menurutnya, puluhan bangunan dan los-los  di pasar tersebut secara bertahap  direnovasi. Dan, ia menyebut   saat  ini pihaknya  mulai menghitung berapa anggaran untuk  rehabilitasi pasar ini.

Yang menjadi prioritasnya saat ini adalah merehab sebuah bangunan paling di depan jalan masuk  agar dijadikan pusat koordinasi. “Di bangunan itu akan dijadikan pusat koordinasi dan  sebagai  pos penjagaan,”katanya.

Ia, punya strategi untuk menarik para pedagang  menggelar barang dagangannya di pasar  Induk Aimas ini. Ketika,  rehabnya sudah selesai dan  dinyatakan  bisa beroperasi  maka pedagang harus segera  menggelar dagangannya di  pasar ini.

Dikatakan Kalasuat, bahwa  seluruh los atau ruangan di pasar Induk Aimas itu sudah dimiliki oleh para pedagang  yang berdomisili  di Aimas dan kota Sorong.

”Oleh karena itu, saya akan mengeluarkan pengumuman yang intinya menegaskan   kepada pemilik los agar segera menggelar barang dagangannya di pasar induk Aimas. Jika tidak,  maka tempat atau los yang sudah dibeli  dikembalikan kepada  pemilik pasar (Pemda),”katanya.

Meski demikian, menurutnya, ia akan terus mengimbau para pemilik los di pasar itu agar segera  datang untuk  berkoordinasi dengan petugas pasar.

Menurut rencana, lanjutnya, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Pasar Induk Aimas  yang vakum 18 tahun tahun akan beroperasi. “Jadi estimasinya, dalam tahun ini  Pasar Induk ini beroperasi dan hal ini sudah saya laporkan kepada Bupati,”katanya. ***