logo

KPK Era Firli Bahuri Cs Stop Penyelidikan 36 Kasus Dugaan Korupsi

KPK Era Firli Bahuri Cs Stop Penyelidikan 36 Kasus Dugaan Korupsi

Plt Jubir KPK Ali Fikri
20 Februari 2020 20:22 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: KPK menginformasikan bahwa penanganan 36 kasus dalam tahap penyelidikan telah dihentikan. Langkah tersebut ditempuh sesuai dengan prinsip kepastian hukum, keterbukaan dan akuntabilitas pada publik sebagaimana diatur di Pasal 5 UU KPK.

Menurut Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis (20/2/2020), penyelidikan merupakan serangkaian kegiatan penyelidik untuk menemukan suatu peristiwa pidana untuk menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan. "Dari definisi penyelidikan ini kita dapat memahami bahwa dalam proses penyelidikan terdapat kemungkinan sebuah perkara ditingkatkan ke penyidikan atau tidak dapat dilanjutkan ke penyidikan. Ketika di tahap penyelidikan ditemukan peristiwa pidana dan bukti permulaan yang cukup, maka perkara ditingkatkan ke penyidikan. Dan, sebaliknya sebagai konsekuensi logis, jika tidak ditemukan hal tersebut maka perkara dihentikan penyelidikannya," ujarnya.

Penghentian kasus di tahap penyelidikan itu dilakukan dengan sejumlah pertimbangan. Sejumlah kasus telah dilakukan penyelidikan sejak 2011 (9 tahun), 2013, 2015 dan lain lain. Selama ini tidak terpenuhi syarat untuk ditingkatkan ke penyidikan, seperti bukti permulaan yang cukup, bukan tindak pidana korupsi dan alasan lain yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Untuk tahun 2020, jenis penyelidikan yang dihentikan cukup beragam, yaitu terkait dugaan korupsi oleh kepala daerah, BUMN, aparat penegak hukum, kementerian/lembaga, dan DPR/D.

Selain penghentian penyelidikan, dalam dokumen itu juga disebutkan KPK telah menekan 21 surat perintah penyidikan. Dua di antaranya dilimpahkan ke unit korsup pada 26 Desember 2019.

Menurut Ali, penghentian penyelidikan tak hanya dilakukan KPK era Firli Cs. Menurut data, selama 5 tahun terakhir, sejak 2016, KPK pernah menghentikan penyelidikan sebanyak total 162 kasus.

Editor : Gungde Ariwangsa SH