logo

BAZNAS Tampilkan "Succes Story" Pengusaha Roti Di Hadapan Puluhan Pelaku UMKM Mustahik Di Matraman

BAZNAS Tampilkan

Kegiatan Soft Launching Tadarus Mikro di RPTRA, Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2020).
19 Februari 2020 15:35 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Micro Finance (BMF) menampilkan succes story pengusaha roti, Neni Supriati dalam acara Soft Launching Tadarus Mikro di RPTRA Utan Kayu, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2020).

Menurut Ketua BMF Noor Azis, Tadarus Mikro ini untuk mendorong para pelaku usaha UMKM di wilayah Utan Kayu, Matraman agar lebih bersemangat menghadapi momentum bulan Ramadhan yang tidak lama lagi segera tiba.

"Soft Launching Tadarus Mikro ini kita harapkan dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produksinya menghadapi bulan Ramadhan. Sebab, selama sebulan nanti banyak sekali acara buka puasa bersama, permintaan kue produksi UMKM sangat banyak. Kita berharap 1 masyarakat beli produk UMKM, bukan hanya beli produk pengusaha bermodal besar ," kata Noor Azis.

Sejak November 2019, BMF telah mengucurkan pinjaman kepada 153 pelaku UMKM di Jakarta. "Para pelaku UMKM umumnya pinjam dana Rp2 juta untuk memulai usaha jualan kue, kuliner, ane minuman, konfeksi, dan lain-lain," kata Noor Azis.

Menurut Noor Azis, event Tadarus Mikro ini akan dilaksanakan, tidak hanya di Jakarta, tetapi di sejumlah daerah. Ia mengaku belum bisa menyampaikan perkembangan usaha oleh 153 UMKM yang telah memperoleh pinjaman dana dati BMF tersebut

"Belum ada laporan tentang perkembangan para pelaku usaha mikro yang sudah kita beri pinjaman. Nanti kita minta laporannya," ucap Noor Azis.

Sementara itu, Neni Supriati, pelaku UMKM roti dan kue basah yang telah memiliki omset jutaan rupiah per hari, menyatakan bahwa sebagai pelaku UMKM pemula harus terus meningkatkan kualitas produksinya.

"Ini penting sekali agar pelanggan kuenya semakin banyak. Jangan sampai jualannya sering tutup, dua hari buka, satu hari tutup, seperti itu tidak boleh, harus terus menerus jualannya," kata Neni yang memulai usaha kuea basah dan kue kering sambil mengajar disebuah sekolah di Jakarta Timur.

Pengamat Suarakarya Id, para ibu dan sejumlah bapak mengikuti dengan seksama penjelasan Neni Supriati yang kini sudah memprodukai kue dan menjualnya bermobil-mobil per harinya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH