logo

Narkoba Senilai Rp 1,5 Triliun Dimusnahkan, Kejahatan Narkoba Lebih Berbahaya Ketimbang Radikalisme

Narkoba Senilai Rp 1,5 Triliun Dimusnahkan, Kejahatan Narkoba Lebih Berbahaya Ketimbang Radikalisme

Pemusnahan hasil kejahatan narkoba senilai 1,5 triliun di PMJ dipimpin Menpan RB Cahyo Kumolo.
19 Februari 2020 15:31 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - AKARTA: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Tjahjo Kumolo memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkotika senilai Rp1,58 Triliun di Polda Metro Jaya.

Kegiatan dihadiri Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, pejabat utama PMJ, dan LSM, Ormas serta perwakilan instansi lain.

Cahyo Kumolo mengatakan bahwa narkoba adalah musuh pertama negara melebihi radikalisme dan korupsi.

"Kami apresiasi bapak kapolda dengan jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya yang telah menunjukkan prestasi dan berhasil dalam rangka untuk memberantas dan menyita barang bukti narkoba ini," katanya di Mapolda, Rabu (19/2/2020).

Dia menjelaskan apresiasi dan penghargaan diberikan karena narkoba merupakan musuh utama yang harus dilawan oleh negara.Narkoba, kata dia, merupakan musuh utama bangsa Indonesia , kedua radikalisme, ketiga masalah-masalah yang berkaitan dengan korupsi.

Dia mengatakan, dalam melakukan pemberantasan korupsi harus mengambil ketegasan sikap. Karena dengan menetukan ketegasan sikap akan menentukan kinerja.

"Lembaga dan seluruh jajaran kita harus berani menentukan sikap, siapa lawan siapa kawan melawan jaringan narkoba. Ini penting dan terus digerakkan sampai akar masalah narkotika ini," jelasnya.

Saat memasukkan narkoba jenis sabu ke dalam tong pembakaran Cahyo memasukkan narkoba dengan mengatakan bahwa barang yang ditangannya merupakan sampah yang tidak berguna. "Ini barang sampah yang gak ada gunanya," pekiknya.

Dalam pemusnahan narkotika kali ini, sebanyak 1.343,3 Kilogram ganja serta menyita sebenyak 5 Hektar ladang ganja yang terletak di desa Banjar Lancat, kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Kemudian sabu sebanyak 288 Kilogram dinlmusnahkan, Ecstasy sebanyak 4.888 butir, psikotropika jenis eximer 1.485 butir, serta psikotropika jenis tramadol sebanyak 349 Butir.

Jumlah barang bukti narkoba yang ditaksir sekitar senilai Rp1 Triliun 58 Miliar tersebut merupakan hasil penyitaan Polda Metro Jaya dan Polres jajaran selama kurun waktu 1 bulan.

Pemusnahan dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Irjen Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Direktur Direktorat Narkoba Bareskrim Brigjen Krisno Siregar.

Acara juga dimeriahkan dengan tari dari Papua, para pejabat juga ikut menari bersama penari

Editor : Dwi Putro Agus Asianto