logo

Pemulangan WNI Dari Wuhan Yang Ada Di Natuna Dijadwalkan 15 Februari

Pemulangan WNI Dari Wuhan Yang Ada Di Natuna Dijadwalkan 15 Februari

Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah).(foto,ist)
13 Februari 2020 22:45 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mematangkan rencana pelepasan WNI, yang tuntas melewati masa observasi di Natuna.

"Pemerintah pusat telah melakukan koordinasi dan menentukan waktu pelepasan peserta transit observasi serta sejumlah petugas lainnya yang berada di Natuna, Kepulauan Riau, pasca observasi Covid-19, yaitu pada Sabtu (15/2/2020) mendatang. Bila sampai batas waktu observasi pukul 12.00 hari itu dalam keadaan tetap sehat," ungkap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, di kantor Kemenko PMK, di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Hal itu, terangnya, merujuk aturan masa waktu efektif untuk observasi yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, yakni selama 14 hari atau dua pekan. Menko PMK mengatakan, pihaknya bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah mematangkan rencana pelepasan.

"Mengikuti masa observasi selama dua minggu, rencana akan kita lepas atau kita akan kembalikan karena prosesnya berlangsung dengan baik, tetap sehat dan aman," ujarnya. Dia berpesan, agar media massa dapat turut memberikan dukungan dengan menyebarluaskan informasi yang mengedukasi bagi masyarakat.

Khususnya, terkait pemulangan WNI pasca observasi dari Natuna ke lingkungan keluarga dan daerah masing-masing. "Jangan sampai terjadi suasana panik atau suasana salah paham yang bisa tidak mendukung upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan, rasa aman, rasa baik untuk warga negaranya," tutur Menko PMK.

Di bagian lain, terkait maraknya pemberitaan mengenai masa waktu efektif observasi yang dikabarkan tidak cukup 14 hari melainkan 24 hari, Kepala BNPB Doni Monardo menyatakan, akan terus berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan. Demikian juga Kemenkes berkoordinasi dengan WHO.

"Namun, tadi sudah ditanyakan kepada perwakilan kita, bahwa WHO masih menentukan waktu masa inkubasinya selama 14 hari. Tapi tidak menutup kemungkinan, apabila nanti ada perkembangan dan dinamika, tentunya kami BNPB bersama lembaga lainnya termasuk TNI dan Kemenkes di bawah arahan Pak Menko PMK menyesuaikan," papar dia.

Secara teknis, dijelaskan, Panglima TNI telah menyiapkan pesawat yang sudah dialokasikan berjumlah 4 unit pesawat dengan jadwal penerbangan antara pukul 13.00-14.00 WIB. BNPB pun sudah menyiapkan tiket pesawat komersil bagi WNI yang akan kembali ke kampung halaman.

Masing-masing perwakilan dari tiap daerah telah dikoordinasikan untuk mendampingi proses penjemputan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. "Kalau toh mereka akan pulang pada hari berikutnya yaitu hari Minggu, pemerintah juga sepakat memberikan bantuan biaya penginapan dan transportasi. Sehingga, diharapkan saudara-saudara kita yang dari Wuhan ini tidak mengalami kesulitan untuk menuju ke kampung halamannya," jelasnya.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Agus Suprapto menambahkan, total sebanyak 285 orang yang akan dipulangkan dengan 238 orang WNI dari Wuhan dan sisanya para petugas kesehatan dan lainnya. Mereka semua berasal dari 29 provinsi di Indonesia.

"Paling banyak dari Jatim. Tapi yang perlu ditekankan bahwa mereka semua yang dipulangkan dalam keadaan sehat," ujarnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH