logo

SOKSI Bobby-Bamsoet Berkongsi SOKSI Awong-Erwin, Kekuatan Dahsyat "Lawan" Kezaliman Airlangga

SOKSI Bobby-Bamsoet Berkongsi SOKSI Awong-Erwin, Kekuatan Dahsyat

Ketua Depidar SOKSI DKI Jakarta, Golmer Hutagaol
03 Februari 2020 01:53 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie merespon positif inisiasi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) Bobby-Bamsoet (Bambang Soesatyo) yang akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) SOKSI yang rencananya akan dihelat pada bulan April 2020.

Pada kesempatan pertemuan Aburizal Bakrie dengan Bobby dan Bamsoet pada 31 Januari 2020 lalu terungkap, Ical panggilan akrab Aburizal Bakrie menyambut baik rencana Munas SOKSI tersebut dengan harapan forum tertinggi di organisasi pendiri Partai Golkar tersebut dijadikan momentum tepat dan jitu untuk mempersatukan SOKSI yang selama ini terbelah, yaitu SOKSI Bobby-Bamsoet dan SOKSI Awong-Erwin.

Rencana Munas rekonsiliasi SOKSI ini juga mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI DKI Jakarta, Golmer Hutagaol.

Golmer mengatakan SOKSI Bobby-Bamsoet sejatinya tidak memiliki legal standing secara konstitusional karena Surat Keterangan Terdaftar (SKT) organisasi yang dipimpinnya telah dicabut oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) pada 3 Desember 2019 dengan Nomor 220/B146/POLPUM.

"Sehingga mereka tidak memiliki basis hukum atau landasan yang kuat secara konstitusi untuk menyelenggarakan Munas. Oleh sebab itu, jika Munas harus dipaksakan mereka untuk dilaksanakan. Menjadi kewajiban mereka harus mengajak SOKSI Awong-Erwin karena satu-satunya SOKSI yang sah secara hukum adalah ya SOKSI Awong-Erwin,"tegas Golmer Hutagaol di Jakarta, Senin (3/02/2020). 

Golmer mendukung dilaksanakannya Munas rekonsiliasi antara SOKSI Bobby-Bamsoet dengan SOKSI Awong-Erwin, karena dengan bersatunya SOKSI akan menjadi kekuatan yang efektif untuk menghadapi agenda-agenda kebangsaan dan kemasyarakatan serta yang utama adalah mendukung program-program Partai Golkar dibawah komando Airlangga Hartarto menghadapi agenda politik yakni Pilkada tahun 2020 ini.

"Karena dengan bersatunya SOKSI, akan lebih efektif untuk mendorong Bamsoet menjadi Ketua Umum pada Munas Partai Golkar pada tahun 2024 atau bahkan sebelum pelaksanaan Munas tahun 2024," ungkap Golmer.

Ini, kata dia, karena Bamsoet merasa siap untuk berlaga kembali menjadi Ketum Golkar mendatang. Itu jika terjadi situasi yang membutuhkan, maka ada upaya penyelamatan partai dalam rangka menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2024.

"Apabila kita flashback ke Pemilu 2019 yang lalu, kita harus jujur mengakui bahwa Airlangga Hartarto tidak melakukan apa-apa, karena dia tidak pernah turun ke daerah-daerah dalam rangka menggerakkan jaringan dan instrumen partai. Dia hanya sibuk mengurus dirinya untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi pada saat itu. Sehingga perolehan kursi Partai Golkar di DPR RI melorot turun dari 91 menjadi 85 kursi. Airlangga baru turun ke daerah saat menjelang Munas tahun 2019 dengan mengumpulkan surat rekomendasi dukungan buat dirinya dari DPD I dan DPD II," jelas Golmer.

Sebagai Wakil Ketua Depidar SOKSI Awong- Erwin di DKI Jakarta, kader militan SOKSI ini menghimbau sekaligus mendesak agar SOKSI Bobby-Bamsoet segera saja bergabung dengan SOKSI Awong-Erwin.

Golmer menyebut munculnya potensi terpuruknya Partai Golkar menghadapi Pemilu 2024 sudah semakin kelihatan dari komposisi kepengurusan DPP Partai Golkar saat ini yang tidak mencerminkan seluruh potensi kekuatan riil yang ada.

"Kami kader-kader SOKSI di bawah sangat prihatin karena selama ini sudah all out untuk mendukung Airlangga menjadi Ketua Umum Partai Golkar tetapi loyalitas itu tidak di apresiasi dan bahkan dicampakan begitu saja. Maka sebagai kader SOKSI dan Golkar, kami merasa terhina dan tersakiti. Dan hal ini membuktikan bahwa Airlangga bukan seorang pemimpin yang berkarakter dan tidak paham berorganisasi. Berdasarkan pengalaman inilah, saya sebagai Wakil Ketua Depidar SOKSI DKI Jakarta mendukung dilaksanakannya Munas rekonsiliasi SOKSI agar SOKSI menjadi kekuatan efektif untuk mengatasi situasi yang diperlukan dalam perkembangan Partai Golkar ke depan,"ucap Golmer***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto