logo

Kemendes PDTT - Kemendikbud Rumuskan Kampus Merdeka Untuk Desa

Kemendes PDTT - Kemendikbud Rumuskan Kampus Merdeka Untuk Desa

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kedua dari kiri).(foto,ones)
31 Januari 2020 14:44 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dalam rangka merumuskan konsep program Kampus Merdeka untuk Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengumpulkan puluhan rektor dalam forum Perguruan Tinggi Desa (PERTIDES).

"Kita kumpulkan PERTIDES ini, kita ajak diskusi selama dua hari, bagaimana implementasi program Kampus Merdeka khususnya project desa di dalam pelaksanaan pembangunan desa," terang Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, di sela acara Launching Kampus Merdeka untuk Desa, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

Dijelaskannya, Kampus Merdeka untuk Desa merupakan program baru Kemendes PDTT kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang baru meluncurkan Kampus Merdeka. Dalam program tersebut, lanjutnya, mahasiswa diperbolehkan mengambil mata kuliah di luar program studi (prodi) seperti pengabdian di desa selama tiga semester. Secara garis besar tentang Kampus Merdeka untuk Desa.

Pasalnya, melalui program tersebut Kepala Desa yang berprestasi bisa mendapat penghargaan berupa gelar sarjana dari Perguruan Tinggi tertentu. "Satu periode Kepala Desa itu kan 6 tahun, kalau start masuk Perguruan Tinggi kemudian kinerjanya dikonsultasikan, ada pembimbingan dan dia berprestasi, saya mengusulkan agar diberi apresiasi dalam bentuk wisuda S1," jelas Mendes.

Dia juga mengusulkan kepada Kemendikbud, agar pengabdian mahasiswa di desa bisa menjadi pengganti skripsi. Mahasiswa diberi kebebasan memilih skripsi atau pengabdian di sebuah desa sebagai syarat kelulusan.

"Bagaimana kalau tugas akhirnya boleh digantikan dengan pengabdian di desa selama empat bulan, selesai itu kinerjanya diverifikasi kemudian lulus," terangnya.

Teknik mengenai Kampus Merdeka untuk Desa tersebut sedang dibahas lebih lanjut oleh para rektor yang tergabung dalam forum PERTIDES. Mendes berharap dalam dua hari ke depan bisa rampung sehingga segera diterapkan.

Editor : Markon Piliang