logo

Kerukunan Umat Beragama Di Kabupaten Raja Ampat Harmonis

Kerukunan Umat Beragama Di Kabupaten  Raja Ampat  Harmonis

Warga Raja Ampat Merangkul Hangat Bupati AFU/Foto:Istimewa Bupati AFU/Foto:Istimewa
29 Januari 2020 04:29 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - WAISAI:Bupati kabupaten Raja Ampat, Abdul Faris Umlati (AFU), mengatakan,  kerukunan   antar  suku, golongan dan  umat  beragama  di  kabupaten   kepulauan  di Provinsi  Papua Barat ini  sangat  harmonis dan itu sudah teruji .

“Kalau  kita mau  bandingkan sebenarnya tidak ada bedanya  dengan daerah lainnya baik di Papua Barat mau pun di provinsi lain. Bedanya, di kabupaten Raja Ampat ini, kerukunan sesama golongan, suku mau pun  agama,  sudah terkristalisasi sejak dahulu,”kata  Bupati AFU.

Paling penting  di sini, lanjutnya, adalah dukungan pemerintah daerah  sebagai perekat untuk mempersatukan  berbagai watak dan kepentingan di  kabupaten  Raja Ampat . Baik, itu dari aspek agama,suku mau pun golongan selalu mendapat respon  dukungan baik dari pemerintah daerah.

Karena dukungan  kuat  pemerintah daerah tersebut membuat semua pihak termasuk FKUB yang di dalamnya  terdapat  semua tokoh agama di kabupaten  Raja Ampat  merasa  kuat.

“Artinya, kalau ada dukungan  pemerintah daerah, itu membuat nilai positif untuk  tergerak  berkoordinasi mengumpulkan berbagai kalangan yang berbeda ini untuk menyatukan tekad.  Di kabupaten  Raja Ampat  selama ini kalau ada sesuatu di daerah lain termasuk  gesekan antar  perbedaan suku atau agama,  secara spontan warga   berkoordinasi untuk mengantisipasi dampaknya  ke sini,”katanya.  

Biasanya dalam pertemuan , itu dibahas masalah antisipasi serta  memperat komitmen berbagai perbedaan di daerah ini untuk menangkal  pengaruh negatif yang  ingin dihembus oleh orang tak bertanggungjawan  ke  daerah ini.

Dikatakan  Bupati AFU, kalau alam semesta di Raja Ampat  beserta isinya  saja, dapat bersinergi secara harmonis, tentunya demikian juga dengan manusia  yang hidup di atasnya pasti  lebih dari itu.

Dalam  hubungan sesama warga di  kabupaten Raja Ampat,  selalu disampikan   bahwa yang diutamakan itu  kerukunan di dalam rumah tangga. Kemudian kerukunan dalam  menjalankan agamnya. Terus, kerukunan dalam bermasyarakat. Dan, kerukunan dalam  berbudaya.

Kelebihan  masyarakat  kabupaten  Raja Ampat  dewasa ini adalah  mereka   mempunyai pola pikir sendiri, untuk menangkal  konflik dengan cara  memeliharan  kerukunan itu sendiri tanpa harus didorong-dorong. Sifat egois, menang sendiri atau bahkan tidak peduli dengan sekelilingnya  dihindari jauh-jauh.

“Buktinya pada  Natal  2019 dan Tahun Baru 2020 ini, Bupati dan kepala-kepala dinas , Badan dan sebagainya  melakukan  safari . Hampir di seluruh wilayah kabupaten Raja Ampat dikunjungi oleh  pimpinan  daerah beserta rombongan,”kata Mama Since, warga  Waisai.

Warga Raja Ampat lainnya,Zadrak,  ketika bincang-bincang dengan suarakarya.id, di Sorong beberapa hari lalu, mengaku karena Bupati AFU itu, anak asli Raja Ampat, maka masyarakat di daerah kepulauan itu sangat mencintainya.

“Siapa pun warga Raja Ampat pasti tahu ketulusan Bupati AFU sebagai anak Raja Ampat dalam membangun daerah ini sejak masih  belum  memegang jabatan sekarang. Sejumlah daerah dibangunnya termasuk Bandara  dan lainnya,”kata Zadrak.

Memang, lanjut Zadrak, semua anak daerah mengaku  sayang dan cinta pada  kepulauan Raja Ampat yang terletak di paling ujung barat  pulau Papua ini. Dan, mungkin ingin mengabdi  dalam pembangunan di kawasan ini, namun  Bupati AFU sudah membuktikan kecintaanya kepada  Raja Ampat,”kata Zadrak.

Warga Raja Ampat, lanjutnya, juga  masih manaruh harapan bagi Bupati AFU untuk  membangun daerah ini lebih maju lagi pada periode lima tahun mendatang. Karena, ia mampu  menyatukan hati warga daerah ini dalam berbagai bidang pembangunan selama lima tahun pertama  kepemimpinannya (Bupati AFU,Red) di Raja Ampat. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto