logo

Ribuan Wisman Ikut Perayaan Imlek 2020 Di Batam

Ribuan Wisman Ikut Perayaan Imlek 2020 Di Batam

28 Januari 2020 15:20 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - BATAM: Promosi pariwisata Indonesia tidak pernah berhenti dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kali ini, Kemenparekraf memanfaatkan momen Imlek 2020 di Batam untuk memaksimalkan pasar Tiongkok. Tercatat 1300 wisatawan mancanegara ambil bagian dalam kegiatan ini.

Menurut Deputy Director of International Marketing for China Region III Kemenparekraf Dedi Ahmad Kurnia, ke-1300 wisman ini diajak mengikuti Promosi Wonderful Indonesia pada perayaan Imlek Pasar Tiongkok di Batam 2020. Tepatnya di Pacific Palace Hotel, Jumat 24 Januari 2020.

"Para wisatawan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka sangat menikmati jamuan yang kita berikan. Imlek menjadi momen yang sangat baik untuk promosi ke pasar Tiongkok, khususnya untuk menjual destinasi Batam," papar Dedi Ahmad Kurnia.

Dijelaskannya, dalam perayaan Imlek Pasar Tiongkok di Batam 2020, 1300 wisman ini disajikan serangkaian acara hiburan menarik khas imlek dengan hospitality khas Indonesia dalam suatu jamuan makan malam. Hal ini membuat semua wisman merasakan Imlek seperti di rumah sendiri. Tidak hanya itu, Kemenparekraf juga membagikan sejumlah souvenir.

"Souvenir yang kita bagikan berupa Bak Kua / Nastar / Jeruk dan Syall Batik / Syall Merah. Kita kombinasikan nuansa Indonesia dengan nuansa Imlek, agar para wisatawan mengerti jika Indonesia sangat kaya," paparnya.

Sementara Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional I Kemenparekraf Vinsensius Jemadu menambahkan, pasar Tiongkok sangat menjanjikan, sebab pergerakan wisatawan asal Tiongkok di pasar global sangat tinggi. Potensi ini yang coba dimaksimalkan Kemenparekraf.

"Wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia termasuk yang tertinggi. Dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Kita akan coba untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan tersebut’ karena memang perputaran wisman Tiongkok di pasar global sangat tinggi," katanya.

Pria yang akrab disapa VJ itu melanjutkan, peningkatan kunjungan ini layak jadi incaran karena berdampak pada penambahan devisa negara. Data Stastitik Indonesia BPS tahun 2018 menunjukkan, rata-rata wisman Tiongkok menetap di Indonesia selama tujuh hari.

Hasil analisis untuk setiap kunjungan pada 2016 lalu, mereka menggelontorkan uang $1.196,15 AS per orang. Bila dikalkulasikan, saat itu wisman Tiongkok berpotensi mendatangkan devisa negara sebanyak $2,39 miliar AS.

Editor : Gungde Ariwangsa SH