logo

Terkait Virus Corona, Kemenparekraf Juga Terapkan Kewaspadaan Tingkat Tinggi

Terkait Virus Corona, Kemenparekraf Juga Terapkan Kewaspadaan Tingkat Tinggi

Menparekraf Wishnutama
25 Januari 2020 16:51 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Merebaknya virus corona wuhan amat meresahkan warga dunia. Terlebih virus itu sudah merebak ke luar China.  Di Thailand sudah ditemukan 4 kasus dan di China sendiri tercatat sudah 1000 kasus. Dari seribu itu lebih dari 41 orang tewas.

Merebaknya virus corona seiring perayaan imlek di China dan beberapa negara tetangga, dimana mobilitas liburan imlek mengancam terjadinya perluasan wabah virus corona, menimbulkan kekhawatiran pelaku pariwisata.   Terutama kekhawatiran terhadap wisman asal China.

Pemerintah sendiri telah melakukan sejumlah langkah pencegahan. Namun jika dikaitkan dengan pariwisata menurut Menparekraf Wishnutama Kusubandio, kini konteksnya bukan lagi soal wisatawan, tapi perlindungan terhadap warga negara. Pemerintah lndonesia sudah melakukan upaya preventif di seluruh pintu masuk, Bandara dan pelabuhan dengan memasang alat pendeteksi tubuh bagi semua WNA yang masuk ke Indonesia, khususnya dari Tiongkok.

"Indonesia sudah menerapkan tingkat kewaspadaan tinggi untuk mengantisipasi masuknya virus ini ke Indonesia," kata Wishnutama, Sabtu (25/1/2020).

"Kami di pemerintah dan stakeholder selalu berkoordinasi dan berhubungan erat, tidak terkecuali untuk kasus ini. Meski belum ada laporan pasien di Indonesia yang terjangkit virus tersebut, pemerintah bersama dengan stakeholder langsung menyikapi hal ini dengan tingkat kewaspadan tinggi," ujar Wishnutama. 

Menurutnya pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan untuk penyakit yang baru muncul atau emerging disease ini. Selain itu, untuk mencegah masuknya virus tersebut, pemerintah juga telah memasang alat pendeteksi suhu tubuh di 135 pintu masuk, baik darat, laut, maupun udara. "Logistik lainnya, seperti masker dan alat pelindung diri juga sudah disiapkan di seluruh pintu masuk Indonesia, terutama di 19 daerah yang menerima penerbangan langsung dari China," kata pria yang lebih senang disapa mas menteri ini.

"Terkait imbauan untuk tidak bepergian,  kita harus taat dengan imbauan yang telah dikeluarkan Kemenlu. Kemenlu telah menerbitkan imbauan  kepada seluruh WNI yang akan bertolak ke China atau sudah berada di China untuk terus mengikuti informasi perkembangan virus ini, menghindari ke Wuhan, dan tidak melalukan kontak fisik dengan orang yang sedang sakit," tutup Wishnutama.

Editor : Gungde Ariwangsa SH