logo

Virus Corona Melaju Cepat, Hentikan Impor Makanan Dari China

Virus Corona  Melaju Cepat, Hentikan Impor Makanan Dari China

25 Januari 2020 00:58 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Virus Corona membuat repot dan geger berbagai negara termasuk Indonesia. Memang di Indonesia belum ditemukan yang terjangkit virus asal Wuhan, China itu namun mengingat  laju mutasinya sangat cepat maka pemerintah perlu mengambil langkah cepat. Bukan saja menerbitkan travel warning ke Wuhan namun juga  impor produk makanan China perlu dihentikan sementara waktu.

Virus Corona jenis baru di negara asalnya, China, telah menuntut korban. Komisi Kesehatan Nasional China pada Jumat (24/1/2020) mengonfirmasi ada 830 kasus pasien yang terinfeksi dengan virus 2019-nCoV, jenis baru dari coronavirus. Sedangkan jumlah kematian meningkat menjadi 25 orang. Komisi itu mengatakan pihak berwenang juga memeriksa 1.072 kasus yang diduga terkait virus mematikan mirip SARS tersebut.

Virus yang muncul pertama kali di kota Wuhan, provinsi Hubei, itu telah menyebar ke kota-kota besar lainnya termasuk Beijing, Shanghai dan Hong Kong. Kasus serupa juga telah dikonfirmasi muncul di Singapura, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam dan Amerika Serikat

Sedangkan di Indonesia, belum ada ditemukan kasus pasien yang positif terkena virus corona. Hingga saat ini, ada empat suspect ditemukan di Indonesia.

Direktur Medik dan Perawatan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, Dr Diany Kusumawardhani, mengatakan pihaknya saat ini sedang merawat satu pasien yang menjadi "suspect" virus corona tetapi kondisinya masih stabil dan tidak ada perburukan. "Belum dinyatakan sebagai virus corona," ujar Diany seperti dilansir antaranews.com.

Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali merawat tiga pasien yang diduga terjangkit virus corona. Mereka merupakan wisatawan asing yakni satu orang dewasa asal Meksiko dan dua diantaranya anak-anak berusia sekitar 5 - 6 tahun yang berasal dari China.

"Tiga pasien itu masih suspect belum pasti, untuk menjelaskan itu perlu pemeriksaan swipe dan sudah dikirim ke Jakarta belum ada hasilnya. Sementara kami rawat sebagai observasi dulu," kata kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Dr dr I Ketut Sudartana.

Meskipun demikian kewaspadaan perlu terus ditingkatkan. Pasalnya,  peneliti bidang mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Umum (LIPI) Sugiyono Saputra mengatakan coronavirus memiliki laju mutasi yang sangat cepat dibandingkan dengan jenis virus yang lain seperti double stranded DNA (dsDNA) virus sehingga kemunculan kejadian luar biasa dapat berlangsung cepat dan tidak terduga, seperti munculnya virus corona yang merupakan jenis baru di China.

"Sedangkan pada kasus terbaru, material genetik dari 2019-nCoV (virus corona yang muncul di China) merupakan rekombinasi dari material genetik virus yang berasal dari kelelawar dan ular," kata Sugiyono dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Jakarta, Jumat,

"Penelitian menunjukkan ketiga jenis coronavirus yang bersifat mematikan terhadap manusia tersebut berasal dari kelelawar yang berperan sebagai perantara alaminya," ujar Sugiyono.

Menurut Sugiyono, walaupun memungkinkan namun interaksi langsung antara kelelawar dengan manusia sangat jarang. Namun, virus tersebut dapat menginfeksi hewan lain sebagai perantara, dan hewan perantara tersebut yang lebih sering berinteraksi langsung dengan manusia.

Hentikan Impor Makanan

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani meminta pemerintah segera menerbitkan travel warning ke Wuhan, China di mana virus 2019-nCov itu berasal. Serta, mengusulkan agar impor produk makanan China dihentikan sementara waktu.

“Mungkin tidak perlu seluruh wilayah Negara itu tapi di tempat virus corona itu mewabah, kita harus mengeluarkan travel warning yang agak keras sehingga warga Indonesia tidak mendatangi wilayah tersebut. Untuk menghindari terjangkitnya wabah tersebut,” kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Namun, menurut Muzani, tidak perlu seluruh China yang diberikan travel warning, yang paling penting adalah menghindari tempat virus itu berasal. Sehingga, demi alasan apapun WNI perlu menghindari mengunjungi Wuhan,China.

Terkait usulan penghentian unggas asal China, Muzani menyatakan  bahwa semestinya semua produk yang masuk ke Indonesia itu harus terbebas dari segala macam virus. Jadi, dia mengusulkan agar impor produk makanan dari China sebaiknya dihentikan untuk sementara waktu. “Kalau untuk melakukan pencegahan ya segala macam jenis, ya unggas dan buah dari kota tersebut dihentikan sementara untuk selanjutnya dievaluasi,” usulnya.

 Muzani  juga mengaku kaget atas penemuan satu WNI di Jakarta yang diduga terinfeksi virus corona Wuhan, China (2019-nCov). Padahal sebelumnya, pemerintah optimistis bahwa WNI memiliki daya tahan virus yang cukup tinggi.

Atas hal itu, Muzani meminta pemerintah segera menerbitkan travel warning ke Wuhan, China di mana virus 2019-nCov itu berasal. Serta, mengusulkan agar impor produk makanan China dihentikan sementara waktu

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IX DPR, Anshory Siregar, meminta pemerintah melakukan langkah yang terukur dan terencana dalam mencegah masuknya wabah corona ke Indonesia.

“Indonesia harus mengantisipasi dan memonitor perkembangan virus tersebut. Sejauh ini belum ada kasus penyebaran virus corona di Indonesia. Namun, potensi bahaya terus ada sebab Indonesia memiliki perjanjian visa bebas dengan China sehingga berpergian di kedua negara cukup mudah,” kata Anshory dalam keterangan persnya yang diterima Sindonews, Jumat (24/1/2020) di Jakarta.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini menambahan, menurut catatan, Indonesia memiliki 2.500 mahasiswa di China yang diantaranya 428 mahasiswa dan 40 orang pelajar Indonesia di Wuhan. Apalagi, jika otoritas China gagal mengatasi penyebaran virus ini terutama saat dan setelah Imlek, pemerintah perlu memastikan bahwa mereka dalam keadaan aman dan dalam kondisi yang baik.

“Langkah mitigasi perlu dilakukan oleh seluruh otoritas terkait. Penyebarannya kini sudah menjalar ke beberapa negara yang dekat dengan Indonesia. Temuan terbaru di Thailand sudah dua orang dan satu di Singapura,” ulas anggota parlemen daerah pemilihan Sumut III ini.

Selain itu, Kementerian Kesehatan dan Luar Negeri perlu melakukan koordinasi intensif dalam mengantisipasi penyebaran virus ini. Diantaranya memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait virus ini secara optimal. Terutama bagi mereka yang hendak bepergian ke daerah-daerah yang terindikasi telah terjadi penyebaran virus corona ini.

“Pihak imigrasi harus antisipastif dengan memperketat masuk keluarnya pengunjung terutama yang berasal dari China secara proporsional. Otoritas bandara harus melakukan scanning dengan alat deteksi penyakit. Pun demikian dengan proses karantina hewan-hewan yang diimpor dari China,” ujar Anshory. ***

(Sumber: antaranews, sindonews.com)