logo

Wanita Emas Kerjakan Jalan Tol Semarang -Demak

Wanita Emas Kerjakan Jalan Tol Semarang -Demak

Wanita Emas Hasnaeni ( ketiga dari kiri) melalui PT M3 mengerjakan proyek jalan tol Semarang-Demak.
24 Januari 2020 17:00 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tidak hanya sibuk di politik, 'Wanita Emas' atau Hasnaeni, mantan Bakan Calon Gubernur DKI Jakarta ini juga berkecimpung di dunia bisnis.

Perusahaan miliknya, PT Misi Mulia Metrical (M3), merupakan salah satu pihak yang memegang konsesi perusahaan Jalan Tol Semarang-Demak, PP Semarang-Demak. 

PP Semarang-Demak adalah perusahaan patungan dari tiga konsorsium yakni pihak swasta PT M3, PT PP Perumahan Semarang-Demak, dan PT Wijaya Karya (Persero). Proyek jalan tol ini menghabiskan total dana investasi mencapai Rp5,6 triliun.

"Saya hari ini mengunjungi proyek Jalan Tol Semarang-Demak. Kunjungan dilakukan untuk mengecek dan memastikan pembangunan," ujar Direktur Utama PT M3, Hasnaeni kepada wartawan, Jumat (24/1/2020).

Hasnaeni berkunjung ke salah satu titik yang menjadi lokasi pengerjaan jalan tol, tepatnya di daerah Wonosalam, Demak, Jawa Tengah. Wilayah itu merupakan tempat di mana Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II ruas Sayung-Demak, dikerjakan. "Seksi II dikerjakan mulai hari ini," ujarnya. 

Hasnaeni berharap pengerjaan ruas jalan tol sepanjang kurang-lebih 17 km ini berjalan lancar. Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021.

"Dalam sejarah jalan tol, baru kali ini swasta dilibatkan. Ini satu yang sangat luar biasa dalam sejarah jalan tol," ujar Hasnaeni beberapa waktu lalu.

  Adapun untuk Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I ruas Semarang-Sayung, nantinya terdapat jalan melayang di atas laut sepanjang 8 km dengan tinggi 5 meter. Ruas jalan sepanjang 10,69 km itu, investasinya total menghabiskan dana Rp 9 triliun. Namun sayang, pengerjaannya tertunda karena masih terkendala pembebasan lahan. 

"Saat ini yang kita kerjakan Seksi II dulu dan telah berjalan, sedangkan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I ruas Semarang-Sayung yang bakal memiliki desain tanggul laut masih terkendala pembebasan lahan," kata Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Semarang-Demak, Handoko Yudianto, di Semarang, Selasa (14/1/2020) lalu. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berharap pengerjaan Seksi I segera dilakukan. Ia mengaku telah melapor kepada Kementerian ATR/BPN, terkait status tanah serta pembebasan lahan.

Dirinya ingin ada win-win solution dalam permasalahan ini.  Selain jalan tol layang di atas laut bisa menjadi tanggul, Ganjar berharap hadirnya infrastruktur penunjang di Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I, yang semakin melengkapi kawasan itu.

"Ekoturisme, kawasan industri kreatif, perumahan dan kolam retensi yang semuanya memiliki konsep go green. Haram hukumnya mengambil air tanah, energi memakai yang terbarukan, kalau bisa ini akan jadi kawasan yang luar biasa," tuturnya menegaskan.