logo

Kemnaker Gagalkan Keberangkatan 123 Calon PMI Nonprosedural

 Kemnaker Gagalkan Keberangkatan 123 Calon PMI Nonprosedural

Para calon PMI nonprosedural, akan diberikan pembinaan di RPTC Bambu APUS, Jakarta Timur.(foto,ist)
28 Desember 2019 14:18 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui Direktorat Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (Direktorat PPTKLN) dan Direktorat Pengawasan Norma Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Direktorat PNKJ) Kemenaker berhasil menggagalkan 123 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga nonprosedural. Keberhasilan itu menyusul inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah rumah, yang diduga milik Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumát (27/12/2019).

Sidak yang dipimpin Kasi PNKJ Kemnaker Afri Yuldianto dan Kasi Pra dan Purna Penempatan TKI Kemnaker Ali Tsabith, berhasil menggagalkan keberangkatan calon PMI, yang diduga akan diberangkatkan bekerja secara nonprosedural ke negara Timur Tengah, Sabtu (28/12/2019).

"Di lokasi sidak, kami tidak dapat menemukan dokumen penempatan calon pekerja migran yang dipersyaratkan. Apalagi lokasi penampungan merupakan rumah tinggal tanpa ada papan nama sebagaimana P3MI pada umumnya," jelas Plh Direktur PPTKLN Roostiawati.

Dia menyatakan, seluruh 123 calon PMI yang ditampung di rumah mewah berlantai dua itu adalah perempuan yang akan diberangkatkan bekerja ke luar negeri sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman dan Bahrain.

"Mayoritas calon PMI berasal dari Kabupaten NTB, dan sebagian dari Banten, Jateng dan Jabar," ujar Roostiawati. Selaku penegak hukum ketenagakerjaan, dia mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, termasuk dugaan adanya tindak pidana ketenagakerjaan.

”Sidak ini merupakan respon cepat Kemenaker atas pengaduan masyarakat mengenai indikasi adanya calon pekerja migran yang akan ditempatkan ke Timur Tengah yang ditampung di lokasi," tutur Roostiawati.

Di bagian lain, Afri Yuldianto mengimbau, semua masyarakat untuk berhati-hati dan waspada bujuk rayu untuk bekerja ke luar negeri dengan mudah.

"Pastikan bahwa penempatan PMI keluar negeri melalui Dinas Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) kabupaten/kota setempat," katanya.

Sementara Ali Tsabith menambahkan, saat sidak, pengurus maupun penanggung jawab P3MI di lokasi tidak dapat menunjukkan legalitas tempat usahanya kepada petugas. Selanjutnya, para calon pekerja migran tersebut dipindahkan ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC), Bambu Apus, Jakarta Timur untuk mendapatkan pembinaan sebelum dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

Dijelaskannya, penempatan PMI ke Timur Tengah tetap dilarang dan ditutup sesuai Kepmenaker No. 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI pada Pengguna Perseorangan di Negara Kawasan Timur Tengah.

Editor : Gungde Ariwangsa SH