logo

Program LTW Global Wakaf ACT Bantu Warga Desa Cintabodas Mengecap Pendidikan Sarjana

Program LTW Global Wakaf ACT Bantu Warga Desa Cintabodas Mengecap Pendidikan Sarjana

11 Desember 2019 18:15 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - TASIKMALAYA:  Program unggulan Lumbung Ternak Wakaf (LTW) yang dimotori Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT) dirasakan manfaatnya bagi warga Kampung Cintabodas, Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya. Alhasil, masyarakat peternak bisa menyekolahkan hingga kejenjang Sarjana.

Lebih dari 60 warga Desa Cintabodas terbantu dengan adanya program ketahanan pangan tersebut. Rata-rata penghasilan mereka sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Dahulu mereka bekerja hanya serabutan di Jakarta.

Kini, kehidupan mereka sudah semakin layak. Penghasilan warga dilingkungan peternak itu setara dengan upah minimum kota/kabupaten (UMR). Dari hasil keuntungan ternak Kambing tersebut, mereka bisa membiayai sekolah anak-anaknya hingga ke jenjang Sarjana. Selain untuk menopang pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah satu peternak, Idam bersama keluarganya merasa sangat terbantu oleh ACT. Sebelumnya, ia bekerja sebagai tukang jahit di bilangan Jakarta.

Selama enam tahun bekerja di LTW, Idam bisa menyekolah anaknya ke jenjang perguruan tinggi hingga selesai jafi Sarjana.

"Alhadulillah, anak saya bisa lulus Sarjana sampai selesai," tutur Idam terharu saat Lounching LTW di Kampung Cinta Bodas, Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/12/2019).

Berbeda dengan Idam, Sulaeman bisa membelikan sepeda motor keluarganya dengan berbekal sebagai petani rumput odot (saat ini) menjadi kebutuhan ternak di Lumbung Ternak Wakaf. Ia yang mantan tukang kredit hingga tukang bakso itu tak menyangka jika rumput odot bisa menghidupkan keluarganya.

"Alhamdulillah, dengan panenrumput odot bisa beli motor dan sekolah kan anak," tuturnya.

Peternak lainnya, Olih Sumarna, mengaku, ACT sangat membantu perekonomian dirinya dan keluarga.

'"Alhamdulillah, program LWT benar-benar memberdayakan masyarakat terutama warga yang belum bekerja," tutur Olih.

Bapak tiga anak ini, bekerja sebagai pengarit rumput odot. Ia bekerja di peternakan Kambing sejak dua tahun terakhir. Namun saat ini, ia dipercaya untuk menjaga kandang 3 milik Rosman dan Lili.

"Sebelum di ternak, saya bekerja di sawah," kata Olih.

Kang Rosman, selaku pimpinan LTW Desa Cintabodas mengaku, keberadaan Lumbung Ternak Wakaf potensinya sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat. Namun saja, ia tak melihat penghasilan warganya yang lebih baik.

"Tapi bagaimana mereka bisa bekerja di Kampung sendiri dan juga bisa bekerja bersama dengan keluarganya tanpa harus meninggalkan keluarga dan anak-anaknya," ujarnya.

Di peternakan, lanjut Rosman, ada sebanyak 60 orang yang bekerja di LTW. Selain itu, 20 orang yang bekerja free line.

"Mereka yang bekerja harian dipekerjakan mengurus rumput odot untuk memberi makan Kambing ternak," ujar dia.

Hingga kini, perkembangan lahan kandang dan lahan odot di LTW Tasikmalaya mencapai 22 hektare. Lahan ini menampung kapasitas domba breeding 5.000 ekor dan fattening 4.500 ekor. Sementara total peternak di Tasikmalaya yang diberdayakan sebanyak 124 orang dan terus bertambah.

Adapun proses domba breeding melalui delapan SOP, diantaranya seleksi bibit, perkawinan jantan-betina, bunting, penyapihan, melahirkan, penggemukan, pencatatan dan kesehatan. ***

 

Editor : Markon Piliang