logo

Mensos - Mendikbud Sinergitas Dalam Penggunaan Data

Mensos -  Mendikbud Sinergitas Dalam Penggunaan Data

Mensos Juliari P Batubara (kedua dari kanan) dan Mendikbud Nadiem Makarim (kiri). (foto,ones)
14 November 2019 21:57 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dalam upaya membuat lebih solid koordinasi dua kementerian, yakni Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) serta meningkatkan kerja sama pengelolaan data, untuk mendukung program bantuan bagi warga pra-sejahtera. Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menerima kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,.

“Intinya, ini sebagai pertemuan awal untuk meningkatkan sinergi ke depan. Sesuai arahan Presiden, para menteri agar dapat bekerja dalam satu tim, tidak sendiri-sendiri. Selain itu, kami juga mengkoordinasikan berbagai hal termasuk terkait penggunaan data,” tutur Mensos, di Kantor Kemensos, di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Turut mendampingi Mensos, Sekretaris Jenderal Hartono Laras, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibitas Sosial Sonny W Manalu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Said Mirza Pahlevi, serta Kepala Biro Perencanaan Adhy Karyono.

Selain interaksi awal, kata Mensos, pertemuan ini juga dalam rangka mengimplementasikan visi Presiden Joko Wdodo yakni membangun Sumberdaya Manusia (SDM) unggul dan Indonesia maju. Untuk memperkuat pelaksananannya, program ini perlu didukung dengan basis data terpercaya.

“Dalam hal ini, Kementerian Sosial kan menjadi leading sector untuk menyediakan basis data bagi semua program yang terkait agenda pembangunan kesejahteraan sosial,” tutur dia.

Mensos menjelaskan, kedua kementerian memiliki program meningkatkan kesejahteraan warga pra-sejahtera. Di Kemendikbud, dikenal dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang membantu warga pra-sejahtera mengakses pendidikan.

Di Kemensos dikenal dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan sosial (bansos) PKH memiliki keterkaitan erat dengan program KIP. Dalam PKH terdapat beberapa komponen seperti anak SD, SMP, dan SMA yang menjadi sasaran program KIP. 

Dalam pertemuan itu, kedua menteri sepakat lebih memastikan siapa saja yang layak menerima KIP, dan apakah mereka yang layak menerima ini sudah benar-benar menerima KIP. “Kami berdua ingin memastikan komponen pelajar dalam PKH yang mendapatkan KIP. Kami ingin mendapatkan lebih jelas lagi tentang sejumlah hal. Misalnya, tentang siapa KPM yang layak menerima KIP tapi belum dapat,” terang Mensos.

Untuk menindaklanjuti pertemuan ini, Mensos dan Mendikbud sepakat mengutus pejabat di level bawah menteri untuk memadankan data terkait KIP. “Saya sudah menugaskan Kapusdatin untuk menindaklanjuti masalah ini. Targetnya dua minggu selesai,” kata Mensos.

Editor : B Sadono Priyo