logo

Negara Selalu Hadir Untuk Anak-anak KAT

Negara Selalu Hadir Untuk Anak-anak KAT

Mensos Juliari P Batubara (tengah). (foto, ist) )
14 November 2019 20:34 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Staffani Ambefi, anak perempuan asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Tinur (NTT) tampak begitu gembira, saat diberi kesempatan pertama berbicara dengan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, pada acara Festival Generasi Emas Komubitas Adat Terpencil (KAT) Tahun 2019, di Desa Wisata TMII, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Kepada Mensos, Fani -begitu anak perempuan itu biasa disapa menceritakan, kesehariannya yang lebiih banyak membantu orangtua. Yakni menanak nasi, mencuci piring, serta memberi makan babi hewan peliharaan keluarganya.

"Coba sampaikan apa yang Fani inginkan kepada negara. Bebas saja," kata Mensos. Fani yang tidak menyangka diberi kesempatan untuk meminta, tampak agak lama untuk menjawab, dia terdiam "Saya mau beasiswa Pak Menteri. Beasiswa sampai dengan kuliah," kata siswa kelas X ini, yang disambut tepuk tangan meriah rekan-rekannya yang lain.

Cita-cita ingin kuliah juga disampaikan Hillaris Supriyanto anak KAT asal Desa Batu Baja, Kecamatan Lembor Selatan, Manggarai Barat. Hillaris menyatakan kemajuan kawasan wisata Labuhan Bajo, turut memberi dampak positif bagi tempat tinggalnya. Anak-anak muda banyak yang menjadi pemandu wisata bagi turis. Anak kelas XII ini mantap ingin kuliah selepas lulus sekolah. 

"Pak Jokowi akan meluncurkan program KIP Kuliah. Jadi nanti mungkin bisa dibantu ya," ujar Mensos. Kepada anak-anak, Mensos menyatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata bahwa negara telah hadir.

"Bahkan ini bukti bahwa negara ingin kalian maju. Kalau kalian maju, negara juga akan ikut maju," kata Mensos. Tak lupa Mensos juga menyatakan keinginannya untuk datang berkunjung ke lokasi KAT dalam waktu dekat.

Di bagian lain, Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin menyatakan, kegiatan ini untuk mendorong generasi muda KAT sebagai agen perubahan. Dalam kegiatan ini, mereka diajarkan untuk menggali masalah dan kebutuhan yang dihadapi, menginisiasi gagasan dan alternatif solusi.

"Mereka juga diharapkan mampu memotivasi, mendorong dan membangun relasi antar warga KAT dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama mendayagunakan seluruh potensi dan sumber daya untuk menghadapi keterbatasan yang dihadapi," ungkap Dirjen.

Turut hadir mendampingi Mensos, Dirjen Dayasos Pepen Nazaruddin, Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial Sonny W Manalu, serta para pejabat Esekon II di lingkungan Ditjen Dayasos. Kegiatan ini menghadirkan pula 56 anak KAT dan 28 orang warga/ tokoh KAT.

Editor : B Sadono Priyo