logo

68 Tahun SidoMuncul. Ini Resep Irwan : Mencintai Konsumen Lahirkan Banyak Ide

68 Tahun SidoMuncul. Ini Resep Irwan : Mencintai Konsumen Lahirkan Banyak Ide

Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat memberi penghargaan kepada para karyawan yang loyal bekerja hingga 35 tahun saat HUT 68 Tahun SidoMuncul di kantor Cipete Jakarta
12 November 2019 23:50 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk, Irwan Hidayat bersama seluruh karyawan dan manajemen mensyukuri 68 Tahun kelahiran perusahaan jamu terkemuka dan termodern sejagad Nusantara ini.

Perusahaan jamu yang bermula dari usaha rumahan yang didirikan oleh mendiang Ny Rahmat Sulistio pada 11 November 1951 di Yogyakarta ini kemudian berpindah ke Semarang dan dikembangkan oleh generasi kedua pasangan mendiang Desy dan Jahja Hidayat kini makin berkembang dan maju sangat pesat karena besutan 5 bersaudara, masing-masing : Irwan Hidayat, Sofjan Hidayat, Sandra Hidayat, Johan Hidayat dan David Hidayat.

Usia SidoMuncul yang telah menginjak 68 Tahun adalah usia yang sangat matang dan paling senior dari sebuah legacy perjalanan dari para pendirinya dan kini diteruskan, dikembangkan dan dibikin maju para penerusnya sehingga Muncul untuk selalu menebar kebaikan serta menyebar kemanfaatan bagi orang banyak.

"SidoMuncul bisa maju semua karena kemurahan dan berkat Tuhan. Filosofi pendiri SidoMuncul, mulai dari Oma, Mami dan Papi kami selalu menekankan SidoMuncul harus bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan. Maka SidoMuncul harus juga mencintai konsumen dengan memproduksi jamu dan farmasi berbasis herbal yang mengutamakan kualitas dan bertanggung jawab kepada masyarakat sehingga kita bisa dipercaya. Jadi prinsipnya jika kita mencintai konsumen maka akan banyak melahirkan ide kreatif dan inovatif,"ujar Irwan Hidayat saat perayaan HUT 68 Tahun SidoMuncul sekaligus peresmian renovasi kantor SidoMuncul di Cipete Raya, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019)

Irwan juga mengakui bahwa entitas bisnis yang berbasis source legacy warisan nenek moyang seperti jamu ini tidak gampang bisa eksis, maju dan berkembang tanpa berfikir cerdas dan bekerja keras. Maka dibutuhkan kreatifivitas dan inovasi muncul menyertainya. 

Makanya dia tak berhenti untuk mensyukurinya karena perusahaan yang bermula dari jualan jamu saja kini bisa dipercaya masyarakat setelah melantai di pasar bursa. SidoMuncul dengan kode emiten SIDO ini sudah go publik menandai sebagai satu-satunya atau yang pertama perusahan jamu modern diterima investor di pasar saham. Sebuah achievment yang tidak mudah untuk menggapainya. 

Tonton videonya: akhirnya Direktur 'Tukang Jamu' Munculkan Rahasia Keberuntungan Kerja Cerdasnya https://youtu.be/hdVAuzXGiko;

Bahkan perusahaan jamu berbasis produksi di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng ini bisa dibilang paling komit dan konsisten menggelontorkan dana CSR-nya untuk membantu ribuan penderita katarak dengan operasi gratis, menyumbangkan dana untuk rumah singgah kanker, sumbangan bencana dan yang tak pernah hilang dari ingatan pemudik saat jelang labaran adalah mudik bareng SidoMuncul secara gratis hingga puluhan kali.

Ini pula karena kepekaan sosial para pengelola, khususnya Sofjan Hidayat, adik Irwan Hidayat yang berinisiasi membuat program mudik bareng SidoMuncul, akhirnya program pioner SidoMuncul ini ditiru dan diikuti oleh beberapa pihak, mulai dari swasta, government dan BUMN. Dianggap sebagai row-model terbaik untuk melibatkan secara kolektif masyarakat secara cuma-cuma untuk membantu mereka pulang kampung. 

Irwan juga tak lupa mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada pihak-pihak yang secara bersama banyak membantu perjalanan SidoMuncul dengan usia yang tidak muda masih diberi kepercayaan penuh untuk memberikan pengabdian terbaiknya untuk bangsa. Baik dari pemerintah, TNI dan Polri, swasta, parpol, NGO dan tentu saja pers yang ikut membesarkan SidoMuncul. 

"SidoMuncul tidak bisa besar dan dipercaya kalau tidak dibantu pers. Pers yang bertanggung jawab kan sebagai kekuatan ke empat pilar demokrasi yang bisa dipercaya apakah informasi itu baik, akurat, tepat dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi fakta yang ditampilkan dan bukan hoaks,"ungkap Irwan Hidayat. 

Selain bisnis jamu, SidoMuncul kini makin melebarkan sayap dengan bisnis properti dan hotel. Setelah Hotel Tentrem Jogjakarta, Hotel Chanti di Semarang, di tahun 2020, jejaring Tentrem akan berdiri Hotel, Apartemen dan Mall Tentrem terbesar di Semarang dan Jateng  yang letaknya strategis di pusat kota Semarang yakni kawasan Simpang Lima. 

"SidoMuncul melalui PT Hotel Candi Baru ikut membantu pariwisata dan sektor jasa serta perdagangan untuk memberikan kontribusi bagi pertumbuhan kota Semarang menjadi kota yang maju dan kota yang diperhitungkan," tandas Irwan***