logo

Ridwan Bae : Airlangga Dan Bamsoet Kedepankan Musyawarah Mufakat Untuk Kebesaran Golkar

Ridwan Bae : Airlangga Dan Bamsoet Kedepankan Musyawarah Mufakat Untuk Kebesaran Golkar

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sultra, Ir Ridwan Bae mendampingi Ketum Airlangga Hartarto
12 November 2019 23:36 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Politisi Senior Beringin Ridwan Bae meminta cara musyawarah mufakat agar lebih diutamakan dan dikedepankan jelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang akan dihelat awal Desember yang 2019 mendatang.

"Konstelasi politik yang tengah dihadapi Partai Golkar menjelang Munas seyogianya dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat sesuai semangat sila 4 Pancasila," ujar Ridwan Bae di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019). 

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara (Sultra) ini menegaskan perlu adanya kesesuaian pendapat antara petahana Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Bambang Soesatyo yang paling santer muncul dan paling tajam berkompetisi sebagai Caketum Partai Golkar periode 2019-2024 di Munas Golkar.

Kesepakatan antara kedua politisi Golkar yang juga sama-sama senior itu, jelas Ridwan, sejatinya bertujuan akan membuat Partai Golkar jauh lebih maju ketimbang jika perbedaan justru yang dipilih mereka atau para pendukung loyalnya.

Ridwan khawatir jika perbedaan tidak dimantain secara produktif akan berakibat kontraproduktif dan Golkar yang akan dirugikan kesekian kali karena perebutan Golkar 1 tersebut.

"Saya kira semakin kelihatan ya, ada kecenderungan musyawarah dan mufakat. Langkah itu untuk membuat Golkar baru yang lebih dashyat, lebih maju, dan besar. Itu semua bisa terjadi kalau kedua tokoh besar itu bersatu, yakni Airlangga dan Bamsoet. Semoga itu yang terjadi dan cara wisdom yang mereka pilih," kata Legislator Senayan beberapa periode asal Sultra ini.

Ridwan Bae meyakini kerjasama dan kebersamaan dua tokoh Partai Golkar itu bakal memperkokoh posisi Golkar.

"Itu keyakinan saya, dan saya kira juga menjadi perhatian dari seluruh kader partai agar mereka mencari cara win-win solution. Airlangga dan Bamsoet hendaknya tidak berseteru, tetapi tetap bersatu,” ujar mantan Bupati Muna ini.

Ridwan menegaskan, tidak ada pihak yang menghalangi atau melarang Bambang Soesatyo maju dan menantang Airlangga pada Munas Golkar yang akan digelar 4 hingga 6 Desember 2019 di Jakarta.

Namun demikian, Ridwan akan menyayangkan bila pertarungan dua kader Golkar itu terjadi dan akan menimbulkan ketidakpuasan atau kekecewaan pendukungnya yang bisa jadi melemahkan posisi Partai ke depannya.

"Memang itu hak seseorang, haknya Pak Bamsoet juga. Tak bisa kami hambat, walau mungkin disayangkan banyak kader tidak menginginkan jika hal itu harus terjadi," katanya.

Mayoritas dukung Airlangga

Hingga tiga pekan jelang munas, mayoritas pemilik suara telah menyatakan dukungannya kepada Airlangga Hartarto.

Menurut Ridwan yang pernah memimpin Forum Ketua DPD I Partai Golkar se-Indonesia ini, bahwa Menko Perekonomian itu didukung mayoritas pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I dan II.

Bahkan, jelas dia, Airlangga juga sudah mendapatkan dukungan politis dari Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi tak hanya mengapresiasi kinerja dan melontarkan pujiannya secara terbuka kepada Airlangga saat puncak perayaan HUT ke-55 Partai Golkar pada Rabu (6/11/2019) lalu.

Jokowi belakangan juga menyebut Airlangga yang baru menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada akhir Desember 2017 tersebut dengan kata top.

Wakil Ketua Komisi V DPR ini menilai, kesiapan Airlangga dalam memimpin Golkar serta adanya dukungan dari Presiden Jokowi menjadi modal petahana untuk kembali duduk sebagai ketua umum partai.

Sebagai kader yang mencintai Partai yang selama ini membesarkannya, Ridwan kembali mengingatkan agar kedua pihak yang saat ini saling berhadapan tetap bisa duduk bersama.

"Kami mengharapkan, termasuk wakil Golkar dari Sultra ini, mereka bisa duduk bersama untuk membicarakan semuanya secara baik-baik. Dengan semangat baru, semangat pembaruan Golkar," tegas Ridwan.

Mantan aktivis HMI ini mengatakan, masa depan Golkar, utamanya pada pemilu 2024 mesti menjadi pertimbangan kedua tokoh.

"Akan lebih baik dan lebih bermanfaat jika kita bisa membicarakan semuanya secara baik-baik, mengutamakan kepentingan bersama, menghilangkan kepentingan kelompok masing-masing,"ucapnya. 

Musyawarah dan mufakat, tutur Ridwan Bae, wajib menjadi tujuan bersama dibanding harus berkompetisi saat munas nanti.

Ridwan Bae menyebut DPD Golkar tingkat I Sultra dan 17 DPD tingkat II tetap solid mendukung Airlangga. Meski begitu, seluruh pemilik suara akan tetap mengedepankan upaya-upaya untuk tercapainya musyawarah dan mufakat***

Editor : B Sadono Priyo