logo

Jadikan Pusat Fesyen Muslim Dunia, Kemenperin Gelar MOFP 2019 dan Launching ii-motion 2020

Jadikan Pusat Fesyen Muslim Dunia, Kemenperin Gelar MOFP 2019 dan Launching ii-motion 2020

Dirjen IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih bersama Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, E. Ratna Utarianingrum pada peluncuran ii motion, Selasa (12/11/2019), di Jakarta. (loto: laksito)
12 November 2019 15:36 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Perindustrian siap mengawal untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen muslim dunia. Hal ini direalisasikan melalui berbagai program untuk mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim, antara lain program Modest Fashion Project (MOFP) yang telah digelar sejak tahun 2018. 

“Program ini bertujuan untuk melahirkan wirausaha baru IKM fesyen muslim yang mandiri dan berdaya saing,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Seleksi program dilakukan melalui kompetisi desain dan konsep bisnis. 20 finalis terbaik selanjutnya mendapat pelatihan serta diberikan fasilitasi izin usaha, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta akses pasar.

Pada 12-16 November 2019 Kemenperin menggelar Inagurasi MOFP sebagai acara puncak dari program MOFP tahun 2019 yang telah memilih 20 finalis terbaik dan akan menampilkan 10 finalis MOFP 2018 yang telah diberikan coaching.

“Program lain yang kami lakukan untuk mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim adalah dengan melakukan bimbingan teknis dan peningkatan capacity building bagi para pelaku ikm fesyen muslim, bimbingan dan sertifikasi SKKNI pakaian jadi, pembuatan platform clothing line sebagai implementasi industri 4.0 serta uji coba pasar dalam dan luar negeri,” papar Gati.

Sebagai bentuk komitmen Kementerian Perindustrian untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen muslim dunia, Gati menyampaikan bahwa Kemenperin akan menyelenggarakan Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-motion) pada tahun 2020.

ii-motion merupakan pameran yang akan menampilkan potret industri terkait dengan halal lifestyle di Indonesia meliputi komoditi fesyen, kosmetik, perhiasan, aksesoris, makanan dan minuman, serta platform digital yang mendukung industri halal dan ekonomi syariah.

“Pada kesempatan ini, kami juga me-launching program tersebut sebagai langkah awal dari rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan hingga pagelaran ii-motion 2020,” ungkap Gati.

Gati menambahkan, industri fesyen merupakan salah satu sektor dari 16 kelompok industri kreatif yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Kontribusi yang diberikan oleh sektor industri fesyen terhadap PDB dan devisa negara cukup besar. 

Kinerja ekspor produk fesyen sampai dengan September 2019 senilai 9,2 miliar dolar AS yang mempunyai kontribusi sebesar 9,8 persen terhadap total ekspor industri pengolahan. Hal ini menunjukkan bahwa industri fesyen nasional memiliki daya saing di pasar internasional dan harus terus dikembangkan.

Menurut Gati, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia yaitu mencapai 222 juta jiwa atau 87 persen dari total penduduk dan diproyeksikan pada tahun 2030 jumlahnya mencapai 238 juta jiwa. Hal ini tentunya akan meningkatkan permintaan produk fesyen muslim nasional. 

Peluang pasar produk fesyen muslim juga terus mengalami peningkatan. The State of Global Islamic Economic Report menyatakan bahwa konsumsi fesyen muslim dunia mencapai 270 miliar dolar AS dan pada tahun 2022 diproyeksikan konsumsi fesyen muslim akan meningkat menjadi 373 miliar dolar AS. 

Sementara untuk pasar domestik, konsumsi produk fesyen muslim mencapai 20 miliar dolar AS dengan laju pertumbuhan rata-rata 18,2 persen. Besarnya peluang pasar ini tentunya harus dimanfaatkan oleh industri fesyen dalam negeri.

Gati menyampaikan, Industri Fesyen Muslim merupakan bagian dari industri fesyen yang dalam satu dekade terakhir ini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. 

“The State of Global Islamic Economic menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan industri fesyen muslim terbaik kedua di dunia setelah Uni Emirat Arab. Hal ini tentunya menjadi prestasi yang membanggakan bagi kita semua. Oleh sebab itu, pemerintah memiliki visi untuk mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia tahun 2020,” tukas Gati.

Sekilas MOFP

MOFP merupakan program kerja Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka yang bertujuan untuk melahirkan startup di bidang industri fesyen muslim, yaitu berupa rangkaian kompetisi desain dan konsep bisnis yang dilanjutkan dengan coaching kepada 20 finalis terbaik.

Kompetisi MOFP 2019 diikuti oleh 319 orang peserta dari berbagai daerah dengan jumlah karya terkumpul sebanyak 1.914.

Inagurasi MOFP merupakan puncak acara dari program MOFP yang akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari tanggal 12-16 November 2019 di F1 dan F3 Atrium FX Sudirman Jakarta.

Rangkaian kegiatan meliputi pameran, fashion show karya para finalis MOFP dan 16 desainer nasional, talkshow, sosialisasi, demo kecantikan, cosmetic day, grand final serta pengumuman dan penyerahan pemenang Kompetisi MOFP 2019 dan Kompetisi Kosmetik bagi startup IKM Kosmetik.

Jumlah peserta pameran sebanyak 50 peserta yang meliputi komoditi fesyen muslim, tas, alas kaki, kosmetik, perhiasan, aksesoris, kaca mata, kopi, makanan, dan aplikasi/platform digital.

Pada acara ini juga dilaksanakan Penyerahan Sertifikat Perlindungan Indikasi Geografis Tenun Doyo Benuaq Jempang,Tanjung Isuy Jempang Kutai Barat kepada MPIG yang diterima oleh Sekda Kutai Barat

Kegiatan ini didukung oleh PT Asia Pasific Rayon, PT Paragon Technology and Innovation (Wardah Kosmetik), serta FX Sudirman. ***

 

Editor : Laksito Adi Darmono