logo

Penanganan Sampah Di DKI, Ubaidillah Harapkan Program Samtama Dijalankan Di Seluruh RW

Penanganan Sampah Di DKI, Ubaidillah Harapkan Program Samtama Dijalankan Di Seluruh RW

Praktisi Lingkungan Hidup Ubaidillah
09 November 2019 21:38 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Praktisi lingkungan hidup Ubaidilah mengharapkan Program Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama) Pemprov DKI Jakarta, secara bertahap wajib dilaksanakan diseluruh RW di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Menurut Ubaidillah, Samtama adalah merupakan penjabaran Pemprov DKI atas konsep “program lahirnya gerakan masyarakat dalam melakukan pengurangan dan penanganan sampah” yang pernah disampaikan Gubernur Anies Baswedan beberapa waktu yang lalu.

Penanganan dan penanggulangan sampah juga menjadi program prioritas dan janji kampanye pasangan Gubernur-Wakil Gubernur, Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI 2017.

"Sebagai bentuk edukasi program ini cukup baik apalagi bisa diterapkan oleh seluruh RW se DKI Jakarta yang berjumlah 2927 RW. Namun keberhasilan program tersebut dapat diukur dari jumlah volume sampah setiap harinya yang masuk ke TPST Bantargebang," ujar mantan Wakil Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI ini.

Menurut data yang dimiliki Ubaidillah, saat ini DKI Jakarta membuang sampah ke TPST Bantargebang jumlahnya mencapai 7.000 ton per hari. "Jika jumlah volume sampah per hari yang masuk ke TPST Bantargebang masih sama jumlahnya dengan sebelum adanya program Samtama, artinya program tersebut belum berhasil dalam hal pengurangan dan penanganan atau masih sebatas upaya edukasi," kata Ubaidillah menambahkan.

Mengurangi jumlah volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang sangat penting kata Ubai-sapaan akrab Ubaidillah karena kondisi yang sudah kritis, dan masa pakai (life time) TPST Bantargebang hanya sampai tahun 2021.

Selain itu kapasitas TPST Bantargebang sudah mendekati 40 juta ton dan ketinggian gunungan sampah sudah lebih dari 25 meter. Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah membeberkan tiga strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam mengelola sampah di Ibu kota.

Tiga strategi tersebut yakni optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, pengurangan sampah di sumber dan membangun Intermediate Treatment Facility (ITF).

"Ada tiga strategi yang kita fokuskan. Strategi itu juga masuk dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD)," ujar Saefullah, Sabtu (9/11/2019).

Ia menyebutkan, strategi pengurangan sampah di sumber dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan menggencarkan gerakan Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama). Gerakan tersebut sementara ini difokuskan di 22 RW sebagai contoh bagi 2.927 RW lainnya di Ibu Kota.

Editor : Yon Parjiyono