logo

Masjid Apung Pertama Dibangun Di Ancol

Masjid Apung Pertama  Dibangun Di Ancol

Peletakan batu pertama masdjid apung di Ancol, Sabtu (9/11/2019) hadir Ketua DMI Jusus Kalla dan Gubernur DKI Anies Baswedan.
09 November 2019 20:33 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Ancol), Badan Usaha Milim Daerab (BUMD) Provinsi DKI yang mengelola kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, melakukan seremoni ground breaking atau peletakan batu pertama Masjid Apung di Jakarta.

Pemancangan tiang pertama ini berlangsung di Kawasan Pantai Ria, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Sabtu sore (9/11/2019).

Gubernur DKI, Anies Baswedan turut meresmikan ground breaking secara simbolis bersama Ketua Dewan Masjid Indonesia Pusat Jusuf Kalla, dan Direktur Utama Ancol Teuku Sahir Syahali.

Anies berharap Masjid Apung pertama di Ibu Kota yang didesain sedemikian rupa ini bisa menjadi ikon baru Kota Jakarta. Anies pun mengatakan, hadirnya Masjid Apung ini dapat membuat kawasan Ancol ini menjadi kawasan di mana wisata bisa dilakukan dalam multi aspek, termasuk di dalamnya adalah cultural tourism atau wisata kurtural.

"Alhamdulillah, kita berharap Ancol Ini bukan saja menjadi tempat di mana Pemprov DKI mendapatkan pendapatan yang cukup secara finansial, tapi juga di sini memiliki fungsi sosial dan pembangunan. Di mana ada pengalaman baru yang didapat oleh masyarakat yang hadir di sini.

"Dan itu bukan saja hiburan, tapi juga ada tempat di mana ikon seperti masjid ini menjadi salah satu pengalaman unik di dalam mereka berwisata ke Ancol. Kita berharap nantinya Masjid Apung ini menjadi salah satu ikon, bukan hanya hari ini, tapi menjadi salah satu ikon Masjid Indonesia (pada) dekade yang akan datang," kata mantan Mendikbud ini. 

Di samping itu, Anies turut berpesan agar proses pembangunan Masjid Apung di Ancol ini berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Pesan untum Dirut Ancol, ada tiga hal dalam pembangunan ini, yaitu on schedule, on quality, dan on budget. Kalau tiga itu dipegang insya Allah nanti akhir tahun depan kita sudah bisa merasakan masjid baru itu.

"Mudah-mudahan nantinya pada saat Ramadan tahun berikutnya, tempat ini sudah bisa menjadi salah satu kegiatan i'tikaf bagi masyarakat yang ada di sekitar tempat ini. Itu menjadi keunikan tersendiri bagi kita. Dan insyaAllah bisa jadi masjid percontohan juga," ucapnya.

Kemudian, Gubernur Anies juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan Masjid Apung ini, dan Dewan Masjid Indonesia.

"Saya ingin menyampaikan terimah kasih untuk semua khususnya kepada Bapak Jusuf Kalla, yang sudah hadir bersama di dalam peletakan batu pertama proyek ini. Kita berharap masjid ini menjadi salah satu binaan di dalam Dewan Masjid Indonesia, dan kita juga berharap nantinya kita sama-sama bisa mengembangkan apa yang menjadi konsen dari masyarakat kita terkait dengan masjid, khususnya di Jakarta," katanya.

Proses pembangunan Masjid Apung Ancol direncanakan memakan waktu satu tahun mulai dari pelaksanaan pemancangannya (ground breaking). Lokasinya yang menjorok dari daratan menjadikan masjid ini bangunan yang unik dan satu-satunya di Jakarta.

Nantinya area masjid memiliki luas 2.000 meter persegi yang mampu menampung hingga 2.500 orang jemaah. Bangunan akan berbentuk segi lima yang mencerminkan rukun islam serta jumlah waktu shalat wajib dalam satu hari.

Tinggi masjid mencapai 25 meter yang melambangkan 25 Nabi yang dikisahkan dalam Al-Qur'an. Pada sisi luar masjid akan terdapat 6 buah minaret (menara) yang melambangkan dasar rukun iman. "Ini bukan masjid pertama yang dibangun dipinggir pantai dan sudah banyak masjid-masjid lain. Dan teknologi sudah memungkinkan untuk bisa mengukur kekuatan konstruksinya sehingga bisa aman lintas waktu. Karena itu desain yang disiapkan oleh Pak Andra Matin adalah desain yang membuat para pengguna masjid itu punya pengalaman bersama dengan alam. Nanti permukaan air laut yang naik turun, perubahan malam dan siang, posisi matahari/bulan misalnya, itu semua membuat masjid ini menjadi sesuatu yang unik," tutur Anies.

Selain pembangunan Masjid Apung, Ancol juga sedang menyelenggarakan Sayembara Gagasan Desain Masjid Apung. Sayembara ini memberikan kesempatan kepada arsitek-arsitek muda untuk dapat berkarya dan mengembangkan idenya terutama dalam bangunan masjid dengan hadiah ratusan juta rupiah.

Pemenang desain sayembara nantinya akan menjadi acuan bagi Ancol dalam mengembangkan atau membangun Masjid Apung lainnya di kemudian hari. Pada kesempatan ini juga, turut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman/ Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan, antara: 1) PT. Bank BRI Syariah ,Tbk dengan PT. Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jakarta tentang Penjaminan Syariah Kafalah untuk Pembiayaan Mikro, Retail, Komersial dan Pembiayaan Konsumer. 2) PT. Bank DKI, PT. Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jakarta, Perumda Pasar Jaya, PT. Food Station Tjipinang Jaya dengan PT. Pegadaian (Persero) tentang Berbagai Bidang Kerja Sama Bisnis melalui Sinergi Korporasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Komisaris Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk., Rene Suhandono; Jajaran Direksi PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk; Ketua MUI Pusat dan MUI Provinsi DKI Jakarta; Direktur Utama PT. Jamkrida Jakarta; Direktur Utama Pegadaian (Persero); PT. Bank BRI Syariah ,Tbk; Direktur Utama PT. Bank DKI; Direktur Utama Perumda Pasar Jaya.

Direktur Utara PT. Food Station Tjipinang Jaya; Walikota Jakarta Utara; Konsultan Arsitek Perencana Masjid Apung Ancol, Andra Matin; Para Pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; serta Para Ulama dan Tokoh Masyarakat.

Editor : Yon Parjiyono