logo

Putri Ade Komarudin: PERMASI Punya Tanggungjawab Pembangunan Di Bekasi

Putri Ade Komarudin: PERMASI Punya Tanggungjawab Pembangunan Di Bekasi

Anggota DPR RI Putri Ade Komarudin saat menjadi pembicara diskusi publik Mubes PERMASI ke VI, di Aula Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (9/11/2019). (Ist).
09 November 2019 18:58 WIB
Penulis : Dharma/Aji

SuaraKarya.id - CIKARANG: Sebagai bagian terpenting di masyarakat dalam mengawal kebijakan dan sosial kontrol, mahasiswa Bekasi diminta untuk berperan aktif untuk turut berkontribusi dan tidak diam dalam mengawal pembangunan maupun peradaban di Bekasi.

Hal tersebut dilontarkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Putri Ade Komarudin saat menjadi pembicara diskusi publik Musyawarah Basar (Mubes) Persatuan Mahasiswa Bekasi (PERMASI) ke VI, di Aula Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (9/11/2019).

Dijelaskan Angota Komisi XI (sebelas) DPR-RI akrab disapa Putri, jadi diri mahasiswa sebagai pemuda dan sekaligus intelektual ini berarti mahasiswa itu berada di posisi elit dalam strata sosial sehingga memiliki privilege yang tinggi dibanding kelompok lain.

Namun dengan posisi dan privilege itu mahasiswa juga memiliki tanggung jawab dan peran ganda yang harus dijalankan, sebagai motor dan dinamisator perubahan (peran pemuda) dan peran sebagai kreator dan inovator peradaban (peran cendekiawan).

“Artinya rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam PERMASI ini punya tanggungjawab dalam mewarnai peradaban dan pembangunan di Bekasi. Dan sebagai dewan yang terpilih dari Dapil (daerah pemilihan) Kabupaten Bekasi tentunya saya juga perlu banyak masukan dari rekan-rekan mahasiswa untuk sama-sama kita perjuangkan aspirasi masyarakat Bekasi,” ujar anggota DPR RI yang baru beranjak umur 26 tahun ini.

Sementara itu, M. Arief, salah satu penasehat PERMASI berharap, dengan Mubes ke VI yang dilakukan oleh PERMASI bisa membuahkan hasil pemikiran dan ide yang bisa disumbangkan bagi pembangunan maupun peradaban Bekasi.

Menurut alumni UIN Jakarta ini , yang mesti dilakukan dalam Mubes PERMASI hari ini bukan hanya memilih seorang ketua dan membahas garis-garis besar organisasi.

"Lebih dari itu, sebagai bagian elemen organisasi mahasiswa asal Bekasi, harus bisa menggodok beberapa isu-isu strategis sebagai rekomendasi atau bahan masukan kepada Pemerintah Kota maupun Kabupaten Bekasi dalam rangka memaksimalkan fungsi mereka sebagai mahasiswa yang turut berperan dalam mengabdikan diri terhadap masyarakat dan daerahnya,” harap Pemimpin Redaksi Bekasi Ekspres ini. ***

Editor : Yon Parjiyono