logo

Bela Negara Solusi Masalah Nasional

Foto: Ist

Bela Negara Solusi Masalah Nasional

08 November 2019 10:09 WIB

SuaraKarya.id - Oleh : MD La Ode

 

 

Artikel ini ditulis menggunakan teknik rentang observasi realitas sosial politik negara yang menjadi masalah nasional. Lalu diakhiri dengan solusi masalah menggunakan Bela Negara dari UUD 1945 pasal 27 ayat (3) bahwa “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.

Observasinya ada tiga fase realitas sosial politik masa lalu (social political reality of the past), realitas sosial politik masa kini (Present socio-political realities), dan realitas sosial politik masa depan (future socio-political realities).

Artikel ini bertujuan menemukan posisi Bela Negara dalam masalah nasional sebagai instrumen solusi. Social Political Reality of The Past Ini berisi catatan sejarah politik sebelum dan sesudah Islam dan Kristen masuk dalam kekuasaan politik di Nusantara hingga Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta.

Observasinya mulai kerajaan: Kutai (5 M), Tarumanagara (358 M), Sriwijaya (650 M), Singosari (1222 M), Majapahit (1293 M). Semua kerajaan itu menganut agama Hindu dan Budha. Kita diajarkan bahwa Kerajaan Islam Pertama ialah Samudera Pasai (1267 M).

Namun temuan baru bahwa Kerajaan Islam pertama ialah Perlak (840-1292 M). Berikutnya Nusantara berada dalam jajahan Belanda Kristen (1596-1945) namanya menjadi Hindia Belanda (Nederlands Indië). Kesultanan Islam yang masih eksis hingga saat ini, Kesultanan Yogyakarta yang diproklamasikan pada tanggal 13 Maret 1755 M oleh Yang Mulia Sultan Hamengkubuwono I.

Kehadiran dua agama besar Kristen dan Islam di Nusantara, melahirkan perubahan sosial politik besar dan radikal. Pertama, Agama Hindu dan Budha jadi sasaran pelemahan; kedua, Belanda dengan Kristen-nya menganeksasi kedaulatan Hindu-Budha dalam bentuk penjajahan menjadi Nederlands Indië; ketiga, Islam bergerak dengan kekuatan penuh dan kemudian ditopang strategi politik integralistik Soekarno.

Di ruang politik ini semua kelompok etnis, Agama, Kesultanan, Kerajaan, dan golongan yang ada di Nederlands Indië, menjadi NKRI. Perubahan radikal terakhir ini sangat berat, sangat sukar, sangat unique. Itu sebabnya, Social Political Reality of The Past ini, bisa ditafsirkan menurut iman dan takwa, Tuhan berkata “kuciptakan Soekarno untuk bebaskan rakyat dan Nusantara dari jajahan Belanda menjadi NKRI”.

Semua tahapan historikal politik bangsa Indonesia itu, adalah data teori Trilogi Pribumisme bahwa Pribumi pendiri negara; Pribumi pemilik negara; Pribumi penguasa negara.

Tujuan mendirikan negara untuk mencapai “the good life” atau “en dam onia (Yunani)” atau dalam filsafat Jawa dan Sunda “toto tenteram kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi” bagi seluruh rakyat Indonesia. Di semua tahapan historikal perjuangan politik Bangsa Indonesia di atas semuanya Pribumi.

Tak ada perjuangan etnis China Indonesia (ECI). Kecuali sebagai pengkhianat politik, militer, dan ideologi. Ketiga jenis pengkhianatan ECI yang melekat pada eksistensinya di bumi Indonesia.

DR.La Ode adalah dosen sebuah PTN di Jakarta

 

Editor : Yon Parjiyono