logo

Atap Kelas Ambruk, Guru Dan Seorang Siswa Tewas, Belasan Luka

Atap Kelas Ambruk, Guru Dan Seorang Siswa  Tewas, Belasan Luka

Foto atas: Gubernur Jatim saat menjenguk korban atap sekolah ambruk yang terjadinya Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (5/11/2019). (Antara). Foto bawah: Tim Inafis Polres Pasuruan kota melakukan olah TKP di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong yang ambruk di Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (5/11/2019). (Antara).
05 November 2019 18:42 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - PASURUAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk korban akibat atap kelas roboh di SDN Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur, yang menewaskan seorang pelajar serta seorang pengajar di SDN setempat.

"Yang menjadi perhatian adalah pelayanan psikososial kepada korban. Saya kira itu yang perlu dilakukan," katanya usai menjenguk korban di RS dr Soedarsono, Kota Pasuruan, Selasa (5/11/2019).

Ia telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur jika memang ada korban yang harus mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit dr Sutomo di Surabaya.

"Saya kira kalau masalah medis, sudah ada Kepala Dinas Kesehatan Jatim disini," katanya seperti dikutip Antara.

Dirinya juga memerintahkan jangan sampai ada korban yang dipungut biaya atas peristiwa ambruknya sebagian atap sekolah tersebut.

"Jangan sampai (ada) pungutan kepada korban," katanya.

Khofifah Indar Parawansa sampai di Kota Pasuruan sekira pukul 15.30 WIB. Gubernur Jatim itu kemudian menyambangi 6 siswa yang dirawat di RS dr Soedarsono, Kota Pasuruan.

Satu per satu korban didatangi dan diajak berbincang oleh Khofifah. Ia juga menghibur para siswa yang terbaring di ranjang Rumah Sakit ini.

Sebelumnya, sebanyak dua orang meninggal dunia, terdiri dari satu siswa dan guru serta belasan siswa lainnya mengalami luka-luka akibat ambruknya atap di SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa pukul 08.30 WIB.

Gedung sekolah yang ambruk berada di bagian depan terdiri dari empat kelas, yakni kelas 2 A dan B, serta kelas 5 A dan B.

      Polda Jatim

Kepolisian Daerah Jawa Timur mengambil alih kasus ambruknya atap SDN Gentong di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa pagi, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 11 siswa lainnya mengalami luka-luka.

"Kami tidak menyepelekan Polresta (Pasuruan). Tetapi lebih proporsional lagi kalau Polda Jatim. Secara resmi mungkin nanti ditangani Polda Jatim," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda setempat di Surabaya.

Kendati mengambil alih penanganan kasus ambruknya atap sekolah tersebut, namun pihaknya tetap melibatkan Polresta Pasuruan.

Perwira dengan tiga melati di pundak itu menyatakan dugaan sementara polisi ialah konstruksi bangunan yang tidak sesuai prosedur.

Pihaknya juga mendapat informasi di bagian atas bangunan, genting hanya dilapisi dengan seng, ditambah lagi gedung yang ambruk merupakan bangunan baru.

Barung membenarkan akan adanya pemanggilan kepada pihak terkait ambruknya SDN Gentong, seperti kontraktor hingga kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan.

"Itu pasti (hubungan dengan kontraktor) tetapi tunggu identifikasi ya. Pemanggilan kepala dinas dan lainnya juga segera," ucapnya. ***