logo

Tasdiyanto Rohadi : Perkumpulan Profesional Lingkungan Seluruh Indonesia Dukung Jokowi Pindahkan Ibu Kota

Tasdiyanto Rohadi : Perkumpulan Profesional Lingkungan Seluruh Indonesia Dukung  Jokowi Pindahkan Ibu Kota

Ketum Perkumpulan Profesional Lingkungan Seluruh Indonesia, Dr. Tasdiyanto Rohadi, S.P., M.Si bersama ratusan Anggota Perkumpulan Profesional Lingkungan Seluruh Indonesia menyatakan dukungan perpindahan Ibu Kota dari Jakarta Ke Kalimantan Timur
15 Oktober 2019 23:40 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Perkumpulan Profesional Lingkungan Seluruh Indonesia menegaskan mendukung sepenuhnya rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

Pernyataan komitmen mendukung Presiden Joko Widodo untuk pemindahan Ibu Kota Negara dituangkan dalam 12 rekomendasi sebagai hasil rumusan lokakarya Perkumpulan Profesional Lingkungan Seluruh Indonesia yang digelar di Yogyakarta, Minggu (13/10/2019).

Workshop juga dalam rangka memberikan masukan kepada kabinet pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin yang dalam itungan hari akan segera diumumkan Presiden setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. 

Rekomendasi dukungan kebijakan Kepala Negara disampaikan oleh ribuan para Profesional Lingkungan Seluruh Indonesia sebagai pemegang sertifikat kompetensi di seluruh nusantara seusai menggelar workshop dalam rangka meningkatkan kompetensi para anggotanya.

Ketua Umum Perkumpulan Profesional Lingkungan Seluruh Indonesia, Dr. Tasdiyanto Rohadi, S.P., M.Si mengatakan rekomendasi pertama adalah komitmen mendukung pemindahan Ibu Kota Negara dengan tetap memerhatikan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan (DD-DTL) dan dilaksanakan oleh sebuah badan otorita pengelola Ibu Kota yang kredibel.

Selain itu pembangunan Ibu Kota Negara tetap harus direncanakan dan dilaksanakan dengan mengacu kepada tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals).

"Rekomendasi lain terkait pembangunan Ibu Kota yang harus diawali dengan melakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan memenuhi prinsip kelayakan lingkungan,"ujar Tasdiyanto Rohadi kepada Suarakarya.id di kantornya Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).

Tasdiyanto yang dikenal sebagai Sekjen Komnas HAM ini menyebut pembangunan Ibu Kota Negara dilaksanakan dengan menerapkan rencana pengelolaan dan rencana pemantauan lingkungan berkelanjutan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten.

"Tak kalah penting adalah lingkungan ini perlu mengoptimalkan pembangunan lingkungan hidup buatan yang memiliki fungsi ekologis yang baik. Selain juga membangun dan mengembangkan smart city serta energi terbarukan,"jelas birokrat karir berbasis dari Kementerian Lingkungan Hidup ini.

Dalam konteks pengelolaan lingkungan secara nasional, menurut Tasdiyanto juga direkomendasikan pengelolaan lingkungan hidup yang dilaksanakan dalam koridor pengelolaan risiko yang berbasis pada penerapan indikator kualitas lingkungan mencakup media udara, air, dan tanah.

"Pengintegrasian valuasi ekonomi ekosistem dan model alokasi pendanaan lingkungan yang optimal sehingga perlu disiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan kompeten di bidang lingkungan hidup, baik di pemerintahan dan sektor swasta sebagai pelaksana pembangunan berkelanjutanm,”katnya.

Selain itu, masih kata Tasdiyanto perlu juga dirumuskan dan dikembangkan model punishment bagi institusi atau lembaga yang mencemari dan merusak lingkungan, dan memberi sanksi kepada SDM penanggungjawab lingkungan.

"Membangun keterpaduan antara ruang hijau dan biru, mempertahankan kearifan lokal dan membangun budaya ramah lingkungan," tandasnya.

Doktor Lingkungan dari UGM Yogyakarta, Tasdiyanto ini juga menyoroti dalam kaitannya dengan kebakaran hutan dan lahan, perlu upaya pencegahan secara komprehensif.

"Pencegahan dilakukan dengan menciptakan SDM kompeten bagi para pengelola perkebunan industri skala besar. Selain itu kompetensi juga harus dimiliki oleh para petugas di lapangan,", katanya.

Masyarakat di sekitar kawasan hutan pun, kata dia, perlu diedukasi sehingga dapat menerapkan praktek berkebun tanpa bakar lahan.

"Dalam konteks itu semua, perkumpulan profesional lingkungan akan mengambil peran aktif untuk mensukseskan pemindahan Ibu Kota Negara sesuai kebijakan Kepala Negara," tegas pria kalahiran Banyumas, Jawa Tengah ini***