logo

Sebut Gerindra Musuh Dalam Selimut, ETOS: Pernyataan Ace Hasan Berlebihan

Sebut Gerindra Musuh Dalam Selimut, ETOS: Pernyataan Ace Hasan Berlebihan

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah.
15 Oktober 2019 08:10 WIB
Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah menilai, bahwa kekhawatiran Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan terlalu berlebihan terkait dengan pernyataannya jika Gerindra bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan menjadi musuh dalam selimut.

"Apa yang disampaikan Ace Hasan terkait merapatnya Gerindra ke Jokowi, menurut saya itu hal yang berlebihan. Kalau takut ada musuh dalam selimut, saya rasa sebelum Gerindra bergabung ke Jokowi-Maruf Amin,  juga sudah ada pengkhianat," ucap Iskandar kepada wartawan, Senin (14/10/2019).

Iskandar menyontohkan, Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuzy, bagian pengkhianatan yang ada di dalam internal kubu Jokowi-Maruf. Yaitu melakukan suatu tindakan korupsi mengatasnamakan partai pendukung Jokowi.

Kemudian, kasus korupsi yang masih hangat  di telinga masyarakat, yakni ditetapkannya  Imam Nahrawi sebagai tersangka  oleh KPK. Diketahui bahwa Imam merupakan politisi PKB, yang merupakan bagian dari partai pendukung Jokowi.

"Jadi Menpora juga sama saja berkhianat kepada Jokowi-Maruf. Jadi Ace Hasan tidak perlu berlebihan menanggapi bergabungnya Gerindra. Kenapa harus takut," ujar Iskandar.

Seharusnya, lanjut Iskandar, DPP Golkar menyampaikan kepada publik bahwa sebenarnya partai pendukung  Jokowi sangat riskan dengan bergabungnya Gerindra dan Demokrat.

"Alasannya apa,  karena mereka takut jatah kursi menterinya berkurang.  Itu aja sampaikan kepada publik tidak usah malu," sindir Iskandar.

Menurut Iskandar, Imam Nahrowi yang saat itu sebagai Menpora dan juga bagian dari PKB dan Romy dari PPP sebagai partai pendukung Jokowi-Maruf, bukan saja berkhinat pada Jokowi, tapi juga berkhianat kepada seluruh rakyat indonesia.

Editor : Gungde Ariwangsa SH