logo

Di Balik Peringatan HSN 2019

Di Balik Peringatan HSN 2019

14 Oktober 2019 23:48 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi

Statitik pada dasarnya bukan sekedar angka dan adakah yang tahu bahwa kita memiliki peringatan Hari Statistik Nasional - HSN? Yakinlah tidak banyak yang tahu. Bahkan apa itu statistik dipastikan tidak banyak yang paham. Di sisi lain, hanya sedikit akademisi yang familier dengan statistik karena memang hidupnya tidak jauh dari komitmen olah data dengan berbagai kepentingannya.

Oleh karena itu, beralasan jika peringatan HSN lebih mengacu persepsian yang salah karena dianalogikan dengan peringatan hari ulang tahun instansi BPS. Padahal, BPS adalah hanya bagian dari eksistensi statistik tanpa jeda untuk ragam kepentingan pada jangka panjang. Jadi, beralasan jika tema pada peringatan HSN 2019 kali ini yaitu: “Menuju Indonesia Maju dengan SDM dan Data Berkualitas”.

Tema HSN kali ini sangat bermakna yaitu tidak saja terkait dengan komitmen menuju Indonesia maju, tapi juga keberadaan SDM dan juga kebutuhan data. Hebatnya lagi ini bukan sekedar kuantitas tapi kualitas. Oleh karena itu, benar adanya jika SDM jumlah yang besar secara kuantitas tidak akan menjamin terhadap pencapaian Indonesia maju jika tidak selaras dengan kualitas SDM. Begitu juga dengan data yang jumlahnya sangat banyak akan tidak memberikan makna sama sekali jika kuantitas data itu hanyalah bisa menjadi sampah tanpa diolah menjadi data yang bernilai sangat strategis. Artinya, masa depan adalah industri data dan siapapun yang bisa memanfaatkan semua data yang ada akan bisa menguasai pasar dan dapat mengambil kebijakan secara cepat, tepat dan tentu akurat. Padahal, ke depan ketidakpastian akan semakin jamak terjadi dan upaya untuk mengantisipasi ketidakpastian itu adalah dengan mengolah data secara baik dan benar.

Tema HSN 2019 kemarin yang menitikberatkan terhadap pencapaian Indonesia maju dengan sinergi antara SDM dan data yang berkualitas secara tidak langsung memberikan gambaran bahwa sukses pembangunan di masa depan sangat tergantung sinergi terkait peran SDM dan data dengan pemanfaatan di semua aspek. Terkait hal ini, maka hal lain yang tidak bisa diremehkan adalah keberadaan statistikawan yaitu profesi yang berkutat dengan pengolahan data. Ironisnya, jumlah statistikawan di mayoritas negara miskin berkembang tidaklah banyak sehingga eksistensi dan profesinya masih langka dan fakta ini menjadikan statistikawan seharusnya bergaji mahal. Sebaliknya, statistikawan yang ada di negara industri cenderung berkembang sangat pesat seiring dengan kebutuhan era data di masa depan yang semakin penting. Bahkan, pembajakan statistikawan pernah menjadi persoalan serius di mayoritas negara industri maju.

Terlepas dari beragam kepentingan dibalik peringatan HSN 2019, pastinya, era data di masa depan akan semakin penting dan karenanya mereka yang bisa memanfaatkan data secara cepat, tepat dan akurat akan memperoleh keuntungan lebih banyak dibandingkan mereka yang hanya menjadi konsumer dari olahan data secara statistik. Oleh karenanya, memberikan edukasi kepada masyarakat agar melek dan tidak buta statistik kini menjadi sangat penting, apalagi di tahun 2020 akan ada 270 pilkada serentak yang kesemuanya berkaitan dengan data sehingga publik tidak mudah lagi dikibuli. Selain itu, banyaknya pertumbuhan UMKM dan bisnis startup juga sangat berkebutuhan dengan statistik baik berupa angka dan data agar mereka semakin sukses bisnisnya dan menguasai pasar. Dari penjabaran diatas maka relevan jika tema HSN 2019: “Menuju Indonesia Maju dengan SDM dan Data Berkualitas” karena Indonesia maju butuh SDM dan data berkualitas. ***

* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo