logo

BJB Cabang Solo Mulai Garap Pembiayaan Perumahan KPR Bersubsidi

BJB Cabang Solo Mulai Garap Pembiayaan Perumahan KPR Bersubsidi

Penandatangan nota kesepahaman antara BJB dengan tiga pengembang pembangunan perumahan bersubsidi
14 Oktober 2019 20:06 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB) Cabang Solo, mulai menggarap pembiayaan pembangunan rumah sederhana program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Program pembiayaan rumah FLPP tersebut baru mulai difokuskan tahun ini.

Sebagai awal pelaksanaan program tersebut, BJB Cabang Solo melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan tiga pengembang. Yakni PT Adi Propertindo, PT Bumi Alam Madani, dan PT Wijitra Land Development, di Ndalem Gondosuli, Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (14/10/2019).

"Sampai sekarang kerjasama baru dilakukan dengan empat pengembang rumah sederhana," jelas Pemimpin Cabang BJB Solo, Bernard Aditya Respati.

Bernard berharap dengan adanya penandatanganan kesepahaman dengan pengembang tersebut, maka pembiayaan pembangunan rumah sederhana bagi masyarakat berpenghasilan rendah akan semakin banyak. Kebutuhan perumahan sederhana di wilayah Kota Solo dan sekitarnya cukup besar tetapi pihaknya mengaku terkendala kuota pembiayaan dari pemerintah pusat.

"Kami melakukan prioritas mana yang didahulukan. Berdasarkan kebutuhan dan mana yang mengajukan lebih dahulu," katanya.

BJB telah mengajukan tambahan kuota pembiayaan untuk perumahan sederhana kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR). Mengingat BJB menempati peringkat pertama untuk penyerapan kredit secara maksimal.

"Jika kuota yang dimiliki cabang tidak mencukupi, nantinya BJB Cabang Solo akan menarik kuota dari cabang lain sesuai dengan unit rumah sederhana yang terbangun," jelasnya lagi.

Selama tahun 2019 ini, KPR FLPP di BJB Cabang Solo baru tersalurkan sebesar Rp800 juta. Sedangkan untuk perumahaj komersial sebesar Rp12,2 miliar. BJB menargetkan mampu menyalurkan 26 persen dari total kredit yang disalurkan hingga akhir tahun 2019.

"Sudah disalurkan 20 persen dari total portofolio kredit BJB Solo. Nominal KPR yang disalurkan mencapai Rp13 miliar mencakup KPR komersial dan FLPP," katanya.

Manajer Komsumer dan KPR BJB cabang Solo, Adhie fardianto, menambahkan untuk harga pihaknya mengacu pada harga baru yakni Rp140 juta. Saat ini kuota sebanyak 37 unit sedangkan berkas yang sudah masuk mencapai 60 unit.***

Editor : Yon Parjiyono