logo

Antisipasi Radikalisme Di Kabupaten Sorong

Antisipasi Radikalisme Di Kabupaten Sorong

Bupati Sorong, Dr Johny Kamuru, SH,M.Si /Foto:Humas Kabupaten Sorong
13 Oktober 2019 16:01 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AIMAS:Ketua  FKUB  kabupaten Sorong, H,Sutedjo S.Pd, Sabtu (12/10/2019), di Aimas, mengatakan, pihaknya  senantiasa mengantisipasi  munculnya radikalisme  di daerah ini.

“Kami selalu mengadakan  rapat koordinasi  dengan semua organisasi keagamaan  di kabupaten Sorong di bawah  bimbingan  pihak Kesbangpol. Dan hasilnya,  sangat positif karena  peristiwa kerusuhan beberapa waktu lalu di Provinsi Papua dan sebagian  Papua Barat  tak merembet  sampai di kabupaten Sorong,”kata  Tedjo.

Munculnya berbagai peristiwa  terkait suku, agama atau intoleransi  di mana-mana membuat  Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong, FKUB, tokoh pemuda, pihak perguruan tinggi dan masyarakat merapatkan barisan menangkal   radikalisme  itu, ke  daerah ini.

 Maraknya kasus intoleransi yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Sorong  tidak tinggal diam.

Itu mengingat  dataran  Moi ini, merupakan daerah dengan kondisi masyarakat yang heterogen dengan beragam etnis, suku dan agama.

Untuk itu, Bupati Sorong, Johny  Kamuru, mengajak semua elemen masyarakat terus menjaga suasana kondisi daerah  supaya aman, seperti yang sudah tercipta selama ini.

Ia,  tak ingin  FKUB  hanya berperan sebagai pemadam kebakaran yang bertindak di saat musibah sudah terjadi.

Tetapi lebih jauh FKUB harus selalu hadir ditengah-tengah masyarakat dan menjadi ujung tombak menangkal isu yang mengatasnamakan Suku, Agama, Ras, dan antar golongan (SARA) yang memecah belahkan kebhinekaan bangsa.

Jika semua tokoh agama menjalin komunikasi yang baik maka bangsa ini akan kuat menghadapi isu SARA dan intoleransi yang menerpa beberapa daerah saat ini.

“Saya percaya dengan bapak Pendeta, bapak Kyai, Ulama serta Pandito Hindu bisa menjaga kita dengan ceramah dan pidato agama mereka yang sejuk dan menentramkan umat,” terang Bupati Kamuru.

Sebab hubungan harmonis yang selama ini terjalin di daerah ini  adalah peran semua pihak. Terutama,  tokoh-tokoh lintas agama yang selama ini menjaga masyarakat di akar rumput.

Ia,  juga mengapresiasi peran para tokoh tersebut yang tidak memberi ruang bagi orang-orang yang ingin menebar kebencian dengan mengatasnamakan agama.

Kepala  Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) kabupaten Sorong, Adri Timban, SH, mengatakan, menangkal  radikalisme,  merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga keutuhan negara dan kebhinekaan.

Kebhinekaan  yang selama ini menjadi kekayaan dan modal warga  kabupaten Sorong  terus dipertahankan.

“Oleh karena itu, FKUB  Sorong  selalu mengadakan rapat koordinasi  setiap ada perkembangan  tentang radikalisme di daerah lain,”kata Adri kepada wartawan di kantor Kementerian Agama kabupaten Sorong, Sabtu  (12/10/2019). ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto