logo

Pemkot Solo Siagakan Mobil Damkar Atasi Kebakaran Di TPA Putri Cempo

Pemkot Solo Siagakan Mobil Damkar Atasi Kebakaran Di TPA Putri Cempo

Mobil Damkar Pemkot Solo berusaha memadamkan api di TPA Putri Cempo Solo
09 Oktober 2019 22:40 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Solo, Jawa Tengah hingga Rabu (9/10/2019) belum sepenuhnya bisa dipadamkan. Selain masih ditemukan titik api, kebakaran sampah di TPA yang sudah berlangsung sejak pekan lalu itu juga menimbulkan asap yang sangat mengganggu masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meninjau kondisi TPA Putri Cempo mengatakan selain menyiagakan 10 mobil pemadam kebakaran untuk bagian hulu, maka bagian hilirnya menyediakan dokter dan petugas medis di lokasi tersebut.

"Juga harus disiapkan untuk musim berikutnya yakni musim hujan. Dampaknya kan bisa banjir," kata Ganjar.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat yang mencari sampah di lokasi tersebut untuk ikut serta dalam upaya memadamkan api. Mereka juga diminta untuk tidak menggali tumpukan sampah bekas titik api karena akan menimbulkan titik api lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo, Gatot Sutanto mengatakan petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk mencari sumber api. Karena titik api yang muncul, tersebar di banyak titik.

"Kita siagakan sembilan mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam, BPBD serta Dinas Lingkungan Hidup. Dalam sehari rata rata melakukan pemadaman hingga dua kali,"  jelas Gatot.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan munculnya kembali titik api juga disebabkan warga yang mencari sampah, menggali kembali tumpukan sampah bekas titik api. Mereka menggali sampah untuk mendapatkan besi.

"Jadi terbuka lagi, bara yang ada di dalam kembali terbakar karena terpapar oksigen dan bahan yang mudah terbakar serta suhu yang sangat tinggi," paparnya.

Kebakaran tahun ini lebih luas dibandingkan tahun lalu. Saat ini lahan yang terbakar terjadi di dua blok sedangkan tahun lalu hanya satu blok.

"Satu blok luasnya sekitar 2 hektar dan blok satunha lagi lebih dari 2 hektar," ujarnya.

Sementara itu untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran sampah, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo membuka posko kesehatan. Puluhan warga di sekitar TPA, nampak mendatangi posko kesehatan tersebut. Rata-rata mereka mengalami gangguan pernafasan. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH