logo

BLK Banda Aceh Selenggarakan Pelatihan Kopi Saring  

BLK Banda Aceh Selenggarakan Pelatihan Kopi Saring   

Seorang peserta pelatihan kopi saring. (foto, ist)
09 Oktober 2019 19:35 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BANDA ACEH: Untuk mengantisipasi kian berkembangnya bisnis kedai dan kafe kopi, sekaligus guna menenuhi ketersediaan tenaga barista, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyelenggarakan pelatihan kopi saring, di Balai Latihan Kerja (BLK) Banda Aceh.

Pelatihan tersebut bertujuan  untuk memberikan pengetahuan dan bekal dasar, menjadi barista yang diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja baru.  

“Kopi saring merupakan salah satu produk unggulan dalam pelatihan barista di BLK Banda Aceh. Apalagi Aceh merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia. Selain itu, budaya masyarakat Aceh akan kopi sudah sangat kental," tutur Kepala BLK Banda Aceh Teguh Sulistiyono, seperti dilansir dari siaran pers Biro Humas Kemenaker, yang diterima di Jakarta, Rabu (9/10/2019).  

Dikemukakannya, pelatihan barista professional menjadi salah satu pilihan yang diminat karena profesi ini masih sangat dibutuhkan. Bahkan, prospek untuk menjadi wirausaha seorang barista sangat menjanjikan, seiring berkembangnya industri kopi dan mewabahnya kedai kopi di Indonesia.  

“Prospek tersebut memberi peluang kerja sebagai barista, sebuah profesi baru yang cukup menjanjikan. Apalagi pengolahan kopi menggunakan teknik kopi saring itu tidak membutuhkan biaya yang sangat besar," tutur Teguh.  

Dengan pelatihan kopi saring yang  intensif di BLK Banda Aceh,  peserta diarahkan agar menguasai dasar-dasar pengetahuan tentang kopi seperti sejarah, jenis kopi dan peluang usahanya. Juga dibekali teknik-teknik meracik dan menyeduh kopi mulai cupping, manual brew, espresso based, cappuccino dan latte art.  

Menurut Teguh, dengan munculnya barista-barista baru yang kemungkinan besar tertarik membuka kafe kopi, diharapkan akan memberi efek baik bagi terserapnya pasar kerja baru di Banda Aceh. “Setidaknya, jika satu barista mendirikan kafe, akan menarik dua pekerja baru mengelolanya,” ujarnya.  

Sepanjang tahun 2019, dari 6 paket pelatihan yang digelar BLK Banda Aceh, telah melahirkan siswa yang menjadi wirausaha. Dari sisi manajemen program barista, para alumni masih aktif membentuk jejaring. 

Jadi setiap ada event atau pameran, ada alumni dari setiap paket atau gelombang itu datang ke pameran untuk mengikuti pameran.   “Mereka saling berkompetisi per-angkatan untuk memberikan yang terbaik. Kompetisi itu bagus untuk membina semangat dan motivasi para siswa dan alumni. Nanti di ajang kompetisi dan keterampilan nasional  di Samarinda, BLK Banda Aceh akan membawa produk kopi barista khususnya kopi saring," jelasnya.  

Tingginya animo masyarakat Banda Aceh menjadi barista, menjadi pertimbangan BLK Banda Aceh untuk merevisi penambahan peserta pelatihan. Pelatihan barista yang selama ini 240 jam pelajaran (JP), diminta ditambah jam pelajarannya. Khusus untuk memberikan pelatihan kopi saring, setelah menerima masukan dari peserta.  

Setelah mengikuti pelatihan, BLK Banda Aceh juga berupaya agar para penjual kopi maupun barista  di Aceh memiliki serfitifikat kompetensi ke depannya. “Jadi setiap selesai pelatihan langsung disertifikasi dan tingkat kelulusan peserta pelatihan di atas 90 persen, khusus barista," tuturnya.  

Editor : Yon Parjiyono