logo

Percepat Transformasi Industri 4.0, Kemenperin Siapkan Langkah Strategis

Percepat Transformasi Industri 4.0, Kemenperin Siapkan Langkah Strategis

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara ketika menjadi narasumber pada acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri dengan Wartawan di Padang, Selasa (8/10/2019).
09 Oktober 2019 12:30 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - PADANG: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat transformasi Industri 4.0 bagi manufaktur di Indonesia.

Sejumlah langkah strategis yang disiapkan, antara lain memacu produktivitas, daya saing produk ekspor, dan penguatan struktur manufaktur.

“Untuk menciptakan sasaran tersebut, kita perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif, kemudian mengaktifkan kegiatan R&D, menggerakkan potensi-potensi sektor ekonomi, dan menjaga kondisi makro ekonomi kita agar tetap stabil,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara, pada acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri dengan wartawan di Padang, Selasa (8/10/2019).

Menurut dia, hal itu bisa terwujud apabila ada sinergi lintas kementerian dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait. "Komitmen ini harus dijalankan secara bersama-sama. Guna mengakselerasinya, kita perlu melakukan transformasi menuju industri 4.0,” ungkapnya.

Ngakan menegaskan pihaknya mengukur tingkat kesiapan sejumlah sektor industri di dalam negeri untuk menuju transformasi Industri 4.0.

Sektor-sektor yang diprioritaskan dalam implementasi tahap awal, sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri kimia, industri otomotif, serta industri elektronika.

“Alat ukur itu kita namakan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), yang tujuannya agar kita bisa mengetahui level kesiapan industri yang bisa kita lakukan assessment. Di samping itu, kami juga sudah membangun ekosistem Industri 4.0 dan mengembangkan konsep green industry,” paparnya.

Hingga kini, Kemenperin telah melakukan assessment terhadap 326 perusahaan manufaktur. Dari hasil penilaian tersebut, sejumlah perusahaan sudah siap menuju transformasi Industri 4.0.

“Selanjutnya, kami juga memberikan bimbingan teknis transformasi Industri 4.0 baik itu kepada manager maupun engineer perusahaan,” ujarnya.

Terkait pembentukan ekosistem Industri 4.0 atau yang disebut SINDI 4.0 (Ekosistem Indonesia 4.0), Kemenperin berharap SINDI 4.0 dapat menjadi wadah dalam membangun sinergi dan kolaborasi antar pihak untuk mempercepat proses transformasi industri 4.0.

Selain itu, koordinasi antar pihak dalam proses transformasi Industri 4.0 serta jejaring dan kerja sama antar pihak dalam akselerasi proses transformasi Industri 4.0. ***