logo

Kuliah Lewat Radio Di UTA 45

Kuliah Lewat Radio Di UTA 45

Ketua Dewan Pembina UTA 45 Rudyono Darsono saat pencanangan kuliah lewat radio di beberapa fakultas di UTA 45
08 Oktober 2019 21:31 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Universitas 17 Agustus 1945 atau UTA 45 memelopori perkuliahan dengan fasilitas radio. Dengan sistim on air schooling atau live streaming diharapkan suasana perkuliahan semakin mengundang minat mahasiswa/i. Mereka mejadi tidak jemu, bosan dan lebih bergairah serta lebih komunikatif dengan dosen/pengajarnya.

Wakil Rektor II UTA 45 Brian Matthew didampingi Koordinator Studio, Ignatius Indro dan Firman, Dekan Fisip UTA 45, menyebutkan, mata-mata kuliah yang diajarkan lewat udara itu seolah dipindahkan di radio pada waktu-waktu tertentu. Dengan demikian diharapkan belajar-mengajar semakin kondusif dan lebih mencapai sasaran. Bahkan tentu saja dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat umum atau yang bukan mahasiswa/i UTA 45 yang mendengar siaran radio yang telah siaran  mata pelajaran tertentu.

“Untuk awal-awalnya ini kami masih lebih memilih mata kuliah hukum, bisnis, ekonomi dan politik ditayangkan di radio,” tutur Brian. Guna mensukseskan belajar-mengajar di udara atau ruang kelas dipindahkan di radio, UTA 45 tengah melakukan pelatihan untuk mengelola dan mengoperasionalkan radio tersebut.

“Tehnisinya tengah kami siapkan sebaik-baiknya. Kami tidak mau bekerja setengah-setengah, tetapi penuh demi dunia pendidikan dan masa depan anak didik,” ujar Brian. Dengan ekstra kulikuler itu diharapkan mahasiswa UTA 45 semakin bisa mengembangkan bakatnya yang terpendam. Selain itu, mereka juga menjadi tidak kagok atau grogi berbicara atau mengemukakan pendapat di depan publik.

“Kami berpikir begitu besar manfaat kuliah lewat radio ini. Dengan begitu, kami yakini pula mereka bakal lebih siap bersaing memperebutkan lapangan kerja yang ada di luar. Sebab, dengan berani tampil di depan publik niscaya dia juga telah membangun jati dirinya,” kata Firman, Dekan Fisip UTA 45.

Tidak ada penambahan uang kuliah atau pengeluaran lain berkaitan dengan kuliah lewat radio ini. Meski jam kuliah di dalam kelas tetap dipertahankan jadwal dan waktunya, kuliah radio ini diharapkan sebagai penambah bekal kaum milenial menerabas masa depan.

Bagi UTA 45 sendiri, perkuliahan lewat radio bukan menjadi beban tambahan. Perkuliahan lewat udara yang dinilai komunikatif dan baru ini merupakan bagian dari amal bakti atau CSR plusnya UTA 45 sehingga tidak terlalu dipikirkan apakah ada atau tidak iklan radio tersebut sebagai pemasukan. “Demi menghasilkan mahasiswa yang berprestasi sekaligus mengembangkan potensi-potensi mereka yang ada, perkuliahan lewat radio ini dinilai perlu untuk dilaksanakan dan difasilitasi UTA 45,” tutur Firman seraya menyebutkan bahwa mengudara perdana radio kuliahan ini direncanakan awal November 2019.

Editor : Azhari Nasution