logo

Wakil Rakyat

Wakil Rakyat

05 Oktober 2019 16:21 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi

Selasa 1 Oktober lalu Wakil Rakyat yang menang pada pesta demokrasi langsung telah dilantik dengan ragam warna-warni yang menyertainya. Tentunya senyum mengembang terpancar dari para wakil rakyat yang katanya terhormat. Bahkan, persepsian normal yang tidak bisa diabaikan adalah bagaimana bisa cepat balik modal. Betapa tidak, nilai rupiah yang dikeluarkan para wakil rakyat yang kemarin dilantik tentunya tidak kecil. Setidaknya, nominal rupiah yang dikeluarkan mulai dari mendapatkan restu dari parpol, kampanye resmi dan tidak resmi, pendanaan beragam proposal yang masuk kepadanya dan janji ke sejumlah tempat ibadah, arisan PKK, dll. Semua itu harus dikalkulasi untuk dapat balik modal, syukur secepatnya dan lebih syukur lagi tidak terjerat OTT KPK.

Wajah-wajah wakil rakyat periode 2019-2024 masih didominasi wajah lama sementara  wajah para pesohor juga menjadi pemanis kursi di Senayan. Setidaknya ada 14 pesohor dengan komposisi 10 orang adalah petahana sedangkan 4 lainnya baru sekali meniknati empuknya kursi di Senayan yang diperebutkan ribuan orang setiap 5 tahun sekali. Yang juga menarik dicermati adalah kehadiran wakil rakyat tertua dan termuda. Tertua yaitu Abdul Wahab Dalimunthe (80 tahun – Partai Demokrat – Dapil Sumut 1) dan termuda Hillary Brigitta Lasut (23 tahun – Partai Nasdem – Dapil Sulut). Selain itu anggota DPD tertua Sabam Sirait (82 tahun – Dapil DKI Jakarta) dan yang termuda Jialyka Maharani (22 tahun – Dapil Sumatera Selatan). Terlepas dari kriteria tertua dan termuda, pastinya di pundak mereka rakyat berharap ada setitik perhatian untuk bisa menyuarakan aspirasi yang memang seharusnya digelorakan, bukan sebaliknya ditinggal tidur sewaktu rapat.
 
Terlepas kritik terhadap kinerja wakil rakyat, faktanya banyak juga masyarakat yang niat menjadi wakil rakyat. Data pileg tahun 2019 ada 7.968 orang yang mencalonkan dirinya untuk bertarung menuju kursi Senayan sementara kursi yang tersedia hanya 575 saja dan tentu persaingannya sangat ketat, bukan hanya dimulai dari restu ketua parpol tetapi juga logistik untuk politik uang. Yang justru menjadikan pertanyaan mengapa begitu banyak yang berniat berebut kursi di Senayan? Bukan hanya dari para selebritis dan pesohor tapi juga banyak profesi yang menggebu berniat bertarung memperebutkan kursi Senayan. Bisa jadi fasilitas mewah dan wah serta sebutan wakil rakyat yang terhormat menjadi argumen mengapa mereka antusias berebut kursi di Senayan.
 
Ironi dibalik pelantikan wakil rakyat 2019-2024 adalah foto tidur salah seorang wakil rakyat yang sempat viral di medsos pasca pelantikan. Tentunya ini preseden yang sangat tidak baik ditengah citra wakil rakyat, sementara di sisi lain demo masif masih bergelora yang dilakukan oleh mahasiswa, pelajar STM dan masyarakat, termasuk juga para buruh dengan tuntutan yang semakin beragam. Selain itu, potret wakil rakyat yang semakin banyak terjerat OTT KPK seharusnya menjadi pembelajaran bagi para wakil rakyat baru bukan justru sebaliknya ingin cepat balik modal dengan cara-cara ilegal. Terkait hal ini, publik pasti bertanya-tanya siapakah wakil rakyat periode 2019-2024 yang pertama kali akan terjerat OTT KPK. Pastinya waktulah yang akan membuktikan dan rompi orange KPK akan dikenakannya. Apakah para wakil rakyat semakin sadar anti korupsi ataukah justru sebaliknya akan semakin banyak wakil rakyat 2019-2024 yang terjerat OTT KPK. ***

* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo