logo

Presiden Jokowi Ajak Generasi Muda Berkomitmen Melestarikan Batik

Presiden Jokowi Ajak Generasi Muda Berkomitmen Melestarikan Batik

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo membatik bersama 500 pembatik di acara peringatan Hari Batik Nasional 2019
02 Oktober 2019 14:18 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada generasi muda untuk berkomitmen melestarikan batik. Hal ini dikatakan Jokowi saat menghadiri peringatan Hari Batik Nasional 2019 di Istana Mangkunegaran Solo, Jawa  Tengah, Rabu (2/10/2019).

Presiden Jokowi hadir dengan didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto,  Ketua Dewan Komisionee Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso,  Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, rombongan istri-istri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Kerja ( OASE Kabinet Kerja),  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo.

Jokowi yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB langsung menuju area membatik di halaman Istana Mangkunegaran. Presiden bersama 500 pembatik sempat membuat batik dengan cara mengecap di atas kain mori. Sedangkan Iriana membuat batik dengan menggunakan canting. Motif batik yang dibuat adalah Sekar Jagad.

"Semua bangga ketika 10 tahun lalu, Unesco menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia. Kita wajib menjaga amanah pengakuan tersebut," kata Presiden Jokowi dalam acara bertajuk Membatik Untuk Negeri itu.

Komitmen tersebut juga dibutuhkan untuk mengembangkan batik nusantara. Batik terus berkembang di tanah air, hal tersebut terlihat dari semakin masifnya penggunaan batik oleh masyarakat Indonesia. Bahkan batik juga telah masuk ke dunia fashion dunia.

"Tadi di depan ada anak-anak SMP, SMA, dan SMK yang dikenalkan cara membatik. Saya tanya ke anak SMK pelajaran membatik di sekolah, mereka mengatakan 3 kali dalam seminggu. Itu sudah cukup untuk menjaga komitmen," kata Jokowi yang mengenakan batik lengan panjang dengan motif Tambal Pamiluto itu.

Jokowi juga mengajak generasi muda untuk mengenakan batik, mengenalkan batik ke dunia internasional serta mengenalkan batik sebagai duta Indonesia di dunia. Pada kesempatan itu, mantan Wali Kota Solo itu juga sempat meminta kepada penari yang membawakan tarian Ambabar Batik untuk menjelaskan nama-nama motif batik yang mereka bawa.

Diantaranya, batik Sidoluhur, Sidomukti, Parang Klitik, Sidomulyo, Parang Barong, serta Tambal Pamiluto. Pada acara yang juga didukung Bekraf, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, OJK, serta Djarum Foundation, OSO Securities dan Bank BRI tersebut juga diluncurkan buku saku dan e-book karya Yayasan Batik Indonesia.

Selain itu juga diserahkan penghargaan dari Yayasan Batik Indonesia kepada SMP Stella Duce 1 Yogyakarta sebagai sekolah pelopor pengguna batik karya siswa. Serta piagam indikasi geografis batik tulis Nitik Yogyakarta dari Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada Paguyuban Batik Tulis Yogyakarta.

Presiden Jokowi juga menyaksikan peluncuran sinergi pengembangan perajin batik melalui Bank Wakaf Mikro dari OJK. Program ini memberikan insentif kepada pembatik dengan pemberian modal untuk pembelian peralatan membatik sehingga bisa  mandiri.

Pada kesempatan itu, Kepala Bekraf Triawan Munaf  juga memberikan sertitifikasi profesi batik kepada 100 pembatik. Presiden Jokowi juga menerima sebuah buku berjudul 10 Tahun Diplomasi Batik Indonesia yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri.

Sementara itu, Ketua Yayasan Batik Indonesia, Jultin Ginandjar Kartasasmita mengatakan pengakuan Unesco akan batik Indonesia akan menjadi tantangan bagi semua pihak untuk bisa mempertahankan pengakuan tersebut.

"Harapan kami semua instansi akan mengenakan baju batik di hari kerja tertentu. Agar batik semakin berkembang," ujarnya. ***