logo

Sebangsa Dan Setanah Air Tak Perlu Tumpah Darah

Adhyp Glank, Forum Reproduksi Gagasan Nasional.

Sebangsa Dan Setanah Air Tak Perlu Tumpah Darah

27 September 2019 08:52 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh : Adhyp Glank

Pancasila tidak tertuju pada pertumpahan darah sesama anak bangsa. Anak-anak remaja millenial saat ini  menyuarakan aspirasinya dalam keikutsertaan unjuk rasa bersama mahasiswa adalah suatu wujud pendewasaan dalam berdemokrasi, meskipun unjuk rasa bukanlah satu-satunya jalan untuk menegakkan demokrasi, hal demikian semestinya menjadi tolak ukur atas sikap dan perilaku para pemangku kebijakan untuk tetap bersikap bijak mendidik keilmuan dan pengetahuan perihal demokrasi yang ramah.

Tidak perlu mengorbankan nyawa untuk mempertahankan kekuasaan, musyawarah mesti menjadi jalan dalam upaya mencari solusi, nilai pancasila tidak dilupakan dalam merekonstruksi  mentalitas anak-anak remaja millenial yang belum lama ini menjadi slogan Pemerintah saat ini.

Jiwa-jiwa yang sadar akan sakralnya nilai kemanusiaan tentunya akan mampu membenahi dengan cara Arif dan Bijaksana, tanpa harus menghilangkan jiwa manusia lainnya sesuai dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila kedua.

Bersuara mengemukakan pendapat merupakan Kemerdekaan yang menjadi hak segala bangsa termasuk kemerdekaan anak bangsa ini, sebagai pemerintah yang arif dan bijaksana tentunya harus mampu memilah kepentingan dalam kekuasaan untuk hajat hidup orang banyak.

Mengingat individu merupakan bagian dari hajat hidup orang banyak, perlindungan terhadap hak hidup orang banyak dari penjajahan  mutlak harus dilakukan, dengan melindungi segenap tumpah darah indonesia tidak lantas diartikan dengan menumpahkan darah anak bangsa.

Proses pengamanan unjuk rasa jelas berbeda dengan proses pengamanan pada tindakan pelaku terorisme yang membutuhkan perlengkapan serta  persenjataan perang.

Aparatur keamanan yang bertugas menjaga situasi  agar kondusif, tentunya harus menjauhkan diri dari sikap represif dan intoleransi dalam menangani aksi unjuk rasa, pagar yang roboh atau hilang sekalipun dapat digantikan dengan yang baru, namun jika jasad yang roboh dan nyawa yang hilang tidak akan dapat tergantikan oleh apapun.

Untuk itu, mari kita menyadari bersama tentang arti kedewasaan demokratis yang bernilai kemanusiaan universal,

Kedamaian dunia dapat terlaksana dapat dimulai dari kedamaian negeri sendiri, terlebih kedamaian terhadap diri sendiri, agar tidak lepas kendali karena emosi. ***

*Adhyp Glank, Forum Reproduksi Gagasan Nasional.

Editor : Gungde Ariwangsa SH