logo

Ini Klarifikasi JIP Bekasi Soal Undangan Hoax LGBT

Ini Klarifikasi JIP Bekasi Soal Undangan Hoax LGBT

Focal Poin JIP klarifikasi undangan hoax tentang perlindungan hukum bagi LGBT. (Foto: Dharma/suarakarya.id).
20 September 2019 00:20 WIB
Penulis : Dharma/Aji

SuaraKarya.id - BEKASI: Jumat (13/9/2019) lalu, Restoran Super Sambal (SS) yang terletak di Jalan Bolevard Raya Blok B V No.24, Ruko Grand Galaxi, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, dihebohkan dengan adanya kegiatan tentang Perlindungan Hukum Bagi LGBT.

Akibat itu, Polsek Bekasi Selatan langsung memblokir dua ruangan restoran yang dijadikan pertemuan selama dua hari. Hal tersebut agar mencegah terjadinya serbuan massa.

Dalam keterangan persnya, Focal Poin Jaringan Indonesia Positif (JIP) Kota Bekasi, Festika Rosani mengklarifikasi undangan yang bertema Perlindungan Hukum Bagi LGBT yang sudah menyebar di media sosial.

Disampakan Festika, informasi itu adalah hoax dan tidak benar. "Kami tidak pernah melakukan sebuah pertemuan dengan tema perlindungan hukum bagi LGBT, baik itu di Kota Bekasi maupun di kota lainnya dimana JIP berada," tuturnya.

Ia menjelaskan, tema yang diagendakan itu yakni "Dukungan Bagi Masyarakat Dalam Advokasi Tinjauan Hukum Terhadap Perda Yang Tidak Mendukung KAP".

"Harapan kami dari kegiatan tersebut yakni memberikan pemahaman dan menganalisa kasus-kasus yang pernah atau sedang dialami populasi kunci untuk melalui sudut pandang Perda yang ada di Kota Bekasi dalam bentuk kegiatan legal review," katanya.

Ia pun sudah mengklarifikasi ke pihak Super Sambal, Kapolsek Bekasi Selatan, Pemkot Bekasi, dan Kapolres.

"Karena di restoran itu terjadi pemblokiran dari Polsek Bekasi Selatan," tuturnya.

Ia juga menyampaikan agenda diskusi itu dalam rangka untuk membangun Kota Bekasi dari lima populasi kunci diantaranya orang dengan HIV (ODHIV), para pecandu, orang terdampak HIV, komunitas LGBT, masalah hukum.

Adapun tujuan JIP sendiri adalah mengkampanyekan masalah kesehatan.

"Karena di Kota Bekasi itu peningkatan penularan HIVnya dari komunitas LGBT yang mencapai 70 persen atau sebanyak 1000 orang dalam kurun waktu 2017 hingga Agustus 2019," ungkanya.

Kegiatan diskusi itu mengundang sejumlah instansi di Kota Bekasi, diantaranya CSO/NGO, pendukung sebaya (aktivis bergerak di HIV/AIDS), P2TP2A (RSUD), Polres, Lapas Bekasi, LSM, LBH dan Lowyer. ***

Editor : Azhari Nasution