logo

Setahun Meminpin Kota Bandung, Oded-Yana Raih 134 Penghargaan

Setahun Meminpin Kota Bandung, Oded-Yana Raih 134 Penghargaan

Wali Kota Bandung Oded M Danial Dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana
19 September 2019 22:45 WIB
Penulis : Ahmad Syukri

SuaraKarya.id - BANDUNG-Mesk baru setahun memimpin, namun pasangan Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana sudah cukup banyak merorehkan prestasi.

”Mang Oded bersama Kang Yana ingin membawa Kota Bandung menjadi semakin baik di segala sektor, ” ujar Oded di balaikota, Kamis (19/9/2019).

Tekad dan harapan yang kemudian menjadi pijakan keduanya dalam mengabdikan diri kepada seluruh masyarakat Kota Bandung dan dijabarkannya melalui visi dan misi untuk mweujudkan Kota Bandung yang Unggul, Nyaman, Sejahtera dan Agamis.

Keduanya mengaku, masih banyak pekerjaan tersisa. apa yang dilakukan sekarang, kata dia,  barulah sebatas meletakan pondasi untuk dapat melangkah lebih cepat dan menatap Kota Bandung yang lebih cemerlang di empat tahun ke depan.

Kendati begitu, dalam saru tahun pertama memimpin Kota Bandung, Mang Oded dan Kang Yana telah meraih sebanyak 134 penghargaan.

Berikut capaian Kinerja tahun pertama : 

BandungUnggul

1. Beasiswa dan Bantuan Pendidikan :
* Bantuan untuk siswa Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) untuk siswa SMK sebesar Rp63,2 miliar
* Bantuan RMP SMA/MA sebesar Rp25,3 miliar
* Bantuan Pengambilan Ijazah bagi siswa yang menunggak sebesar Rp3,5 miliar
2. Youthspace
Untuk menyalurkan potensi bakat, kreativitas pemuda agar kegiatannya tidak melanggar hukum, Pemkot Bandung telah membangun Youthspace di Taman Pramuka Kota Bandung.

Bandung Nyaman
1. Pembangunan Flyover
Pemerintah Kota Bandung telah melakukan groundbreaking pembangunan fly over di Jalan Jakarta – Jalan Supratman melintasi Jalan Ahmad Yani dan Jalan Laswi – Jalan Pelajar Pejuang melintasi Jalan Gatot Subroto. Pembangunan dua fly over tersebut senilai Rp77,9 miliar yang dibiayai dengan dana hibah dari Pemprov Jawa Barat.

2. Pembangunan Saluran dan Kolam Retensi
Satu program prioritas Kota Bandung adalah terselesainya banjir. Dalam mendukung program tersebut, satu solusi yang dilakukan Kota Bandung adalah membangun saluran dan kolam retensi.

Sepanjang 2019 , titik yang sudah dibangun adalah Wetland Cisurupan, Kolam Retensi Sirnaraga, kolam Retensi Rancabolang, Kolam Retensi Gedebage.

3. Bank Sampah

Pemerintah Kota Bandung terus mendorong pertumbuhan Bank Sampah. Tujuannya, selain untuk mendorong pemanfaatan sampah juga untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Saat ini ada 30 bank sampah induk pada Tiap Kecamatan dan 382 unit Bank Sampah di Wilayah Kota Bandung.

4. Sambungan Air Bersih Baru
Pemerintah Kota Bandung melalui PDAM menargetkan ada 25.000 sambungan air bersih baru terpasang mengaliri rumah-rumah di Kota Bandung dalam lima tahun. Saat ini, telah ada 5028 sambungan baru yang telah terhubung ke masyarakat.

5. Revitalisasi Pasar Tradisional
Revitalisasi Pasar Tradisional merupakan upaya Kota Bandung dalam mewujudkan pasar sebagai tempat yang nyaman, bersih dan aman dalam melakukan transaksi jual beli kebutuhan masyarakat Kota Bandung.

Tahun ini, Pemkot Bandung tengah merevitalisasi 4 pasar tradisional, yaitu Pasar Cihaurgeulis, Pasar Kosambi, Pasar Sederhana, dan Pasar Astanaanyar. Dalam lima tahun ke depan, Pemkot Bandung menargetkan akan merevitalisasi 11 pasar tradisional untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di Kota Bandung.

sedangkan untuk program Bandung Sejahtera capaian yang diraih diantaranya adalah:
1. Pusat Pemberdayaan Ekonomi dan kreativitas Masyarakat (Co-Working Space).
Program ini merupakan pembinaan dan pengasuhan bakat-bakat krreatif dalam berbagai bidang secara berkelanjutan. Di tahun 2019, Kota Bandung telah membangun Co-Working Space di 2 lokasi yaitu wilayah GT Karees dan GT Bojonegoro.

2. UMK untuk Guru Honorer
Program ini merupakan upaya agar guru honorer mendapatkan remunerasi untuk meningkatkan Kesejahteraan Guru Honorer dan Tenaga Administrasi Non ASN. Tahun ini Pemkot telah menyalurkan anggaran sebesar Rp121.6 miliar.

3. Bandung Bersih melalui Kang Pisman.
Kangpisman merupakan program penanganan sampah yang digelorakan Wali Kota Bandung, Mang Oded beserta seluruh jajaran melalui kurangi,pisahkan dan manfaatkan.

Kesuksesan program Kangpisman tidak hanya menjadi peradaban baru di Kota Bandung, tapi juga mendapat apresiasi dari dunia internasional. Karena Kang Pisman merupakan konsep mengolah sampah menjadi berkah dan mendulang rupiah.

Sehingga bisa mendorong kesejahteraan. Program unggulan Pemkot Bandung, Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) jadi salah satu model rujukan program Zero Waste Cities, sebuah program pengelolaan sampah perkotaan bertaraf internasional .
4. Subsidi Harga Sembako
Program subsidi harga sembako diaplikasikan dalam penguatan cadang pangan dan ATM Beras serta stabilisasi harga kebutuhan pokok dan barang penting. Tahun 2019, Pemkot Bandung telah menyalurkan 80 ton melalui ATM beras dan operasi pasar murah.

5. Satu Koperasi Juara Setiap Kelurahan
Realisasi Koperasi Juara sampai dengan Agustus 2019 mencapai 18 koperasi diantaranya KSP Kebal Sukajadi, KSP Sumber Bahagia Andir, Kopwan Bermartabat Kiaracondong dan lainnya.

Bandung Agamis
1. Gerakan Menyemarakan Tempat ibadah
Program ini dilakukan melalui beberapa kegiatan seperti :
* Gerakan Ahlan Quran
Pemerintah Kota Bandung ingin mencetak 151.000 hafiz dalam 5 tahun melalui Gerakan Gerakan Tilawah dan Hapalan Alquran (Ahlan Quran). Pemkot Bandung menargetkan ada 1000 penghafal quran di setiap kelurahan untuk menciptakan Kota Bandung yang agamis.

* Kajian Muslimah Pendopo
Kajian Muslimah (Kamus) merupakan kegiatan ceramah keagamaan yang digelar setiap bulan di Pendopo Kota Bandung. Kegiatan yang dipimpin oleh istri Wali Kota Bandung, Siti Muntamah Oded ini selalu dihadiri ribuan jamaah yang terus bertambah setiap bulannya. Melalui Kamus, Pemkot Bandung berharap bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

* Gerakan Berjamaah Salat Tepat Waktu (Bersatu).
Gerakan Berjamaah Salat Tepat Waktu (Bersatu) merupakan gerakan untuk meningkatkan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung meminta semua pegawai untuk menghentikan pekerjaan saat waktu salat tiba dan melanjutkannya setelah mengikuti salat berjamaah.

* Gerakan Subuh Berjamaah
Gerakan ini merupakan seruan kepada umat muslim untuk melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid. Setiap pekan, Wali Kota Bandung melaksanakan salat subuh di masjid-masjid kewilayahan di Kota Bandung secara bergiliran.

2. Satu Koperasi di Tempat Ibadah kelurahan
Pemkot Bandung menargetkan tumbuhnya koperasi masjid di setiap masjid jami kelurahan. Sampai dengan Agustus 2019, Pemkot Bandung telah memiliki 8 koperasi.

Prestasi dan Penghargaan
Capaian kinerja pasangan Mang Oded dan Kang Yana juga dibuktikan dengan raihan penghargaan sebanyak 134 penghargaan meliputi 2 penghargaan internasional, 86 penghargaan tingkat nasional dan 46 penghargaan tingkat regional.

Di antara prestasi dan penghargaan tersebut antara lain:
1. Raihan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
28 Mei 2019 menjadi tanggal penting bagi Kota Bandung, sebab untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kota Bandung berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan. WTP ini merupakan pelengkap reformasi birokrasi Pemerintah Kota Bandung sebagai wujud akuntabilitas keuangan pemerintah.

2. Penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk kesekian kalinya menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Pada tahun 2019 ini, Pemkot Bandung kembali dinilai mampu menyediakan layanan transportasi dan lalu lintas yang laik bagi warganya.

3. Penghargaan Kota Layak Anak
Kota Bandung kembali meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk ketiga kalinya berturut-turut.

4. Penghargaan Tokoh Peduli Lansia
Wali Kota Bandung, Oded M Danial meraih penghargaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Agung Gumiwang Kartasasmita, sebagai Tokoh Nasional Peduli Lansia dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia.

5. Penghargaan Kepala Daerah Inovatif
Kang pisman merupakan program penanganan sampah yang digelorakan Wali Kota Bandung Mang Oded bersama jajaran melalui Kurangi pisahkan dan Manfaatkan. Kesuksesan Program Kang pisman tidak hanya menjadi peradaban baru di Kota Bandung, tapi juga mendapat apresiasi daei dunia internasional. Melalui Kang pisman Wali Kota Bandung Oded M Danial juga mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif.

Hasil Nyata Kinerja Mang Oded-Kang Yana Lainnya:
1. Kehadiran Anjungan KIA
Kota Bandung meluncurkan Anjungan Kartu Identitas Anak (KIA) berbasis sidik jari ayah pertama di Indonesia. Dengan anjungan ini, warga Kota Bandung dapat secara mudah mencetak KIA dengan keamanan data yang terjamin.

2. Pembangunan Rumah Sakit Berstandar Internasional RSKIA Kopo
Kota Bandung akan memiliki Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) yang akan mulai beroperasi tahun 2020. RSKIA seluas 47.000 m2 ini memiliki 13 lantai, 8 ruang operasi, dan 500 tempat tidur, dan dilengkapi instalasi informatika yang canggih dan modern.

3. Gerakan Drumpori
Drumpori adalah infrastruktur untuk menanam air hujan. Pemerintah Kota Bandung mencanangkan Gerakan untuk membuat drumpori di rumah-rumah warga agar Kota Bandung tetap memiliki cadangan air saat kemarau dan menyerap air saat musim hujan.

4. Wajah Baru Taman Tegalega
Taman Tegalega kini memiliki wajah baru. Hadirnya lampion berbentuk patung dinosaurus menjadikan lokasi ini tempat wisata baru yang ramah dikunjungi keluarga. Revitalisasi taman ini akan dilanjutkan pada tahun 2020 untuk merampungkan area yang belum selesai.

5. Tarif Khusus TMB
Pemerintah Kota Bandung memberlakukan tarif khusus sebesar Rp1 (dibaca satu rupiah) untuk para veteran yang menggunakan bus Trans Metro Bandung (TMB). Selain itu, bagi pelajar SD dan SMP, tarif bus TMB belaku Rp1000. Sedangkan tarif umum berlaku hanya Rp3000.

6. Penataan PKL Cicadas
Sebanyak 192 Pedagang Kaki Lima di Kawasan Cicadas ditertibkan dengan pemberian kios dan penataan trotoar. Penataan ini merupakan langkah awal untuk menjadikan Kawasan tersebut lebih rapi. Sementara itu, Pemkot Bandung masih mencarikan lokasi tepat untuk merelokasi seluruh pedagang.

Editor : Azhari Nasution