logo

Disdik Usulkan Pola Penganggaran Satu Paket Bangunan Sekolah Dan Meubelair

Disdik Usulkan Pola Penganggaran Satu Paket Bangunan Sekolah Dan Meubelair

SDN Pekayon Jaya 3, Bekasi Selatan. (Foto: Dok.suarakarya.id).
19 September 2019 22:24 WIB
Penulis : Dharma/Aji

SuaraKarya.id - BEKASI: Lemahnya kordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi salah satu persoalan mendasar terkait polemik gedung sekolah baru tanpa dilengkapi meubelair seperti yang terjadi di SDN Pekayon Jaya 3, Bekasi Selatan.

Pola penganggaran antar dinas terkait belum terintegrasi secara baik, sehingga pelaksanaannya masih terkesan berjalan masing masing seolah tanpa adanya kordinasi yang baik.

Kepala Bidang Bina Program (Kabid Binpro) Dinas Pendidikan (Disdik) kota Bekasi, Krisman Irwandi menyatakan dirinya pernah mengusulkan agar penganggaran untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan meubelair menjadi satu paket.

"Saya pernah mengusulkan agar dilakukan satu paket saja penganggaran supaya tidak terjadi hal seperti sekarang ini. Akan tetapi tupoksinya kan tidak bisa. Tupoksi Disperkimtan kan tidak bisa pengadaan sarana dan prasarana, dia hanya menyiapkan bangunan, juga sama halnya dengan rumah sakit yang belum ada peralatannya karena tupoksinya, sementara sarananya silahkan kepada OPD terkait," ujarnya seperti dikutip bekasimedia.com.

Lebih lanjut Krisman yang juga pernah menjabat Kabid Dikdas dan Kabid Sarpras menampik lemahnya  dalam perencanaan penganggaran, namun ia beralasan beda tupoksinya kecuali kata dia, dilakukan secara berbarengan atau berkoordinasi.

Selain itu, konektifitas koordinasi dalam penganggaran dan perencanaan yang matang perlu dibangun antar lintas dinas terkait agar kedepan tidak lagi terjadi persoalan persoalan klasik.

"Kita tetap akan berkoordinasi dengan dinas terkait, kita juga kan punya data. Dinas perkimtan juga berdasarkan dari usulan kita juga," imbuhnya. ***

Editor : Yon Parjiyono