logo

ETOS: Golkar Harus Dipimpin Aktivis Bukan Pengusaha

ETOS: Golkar Harus Dipimpin Aktivis Bukan Pengusaha

Diskusi Menyongsong Kepemimpinan Golkar Menjelang Pemilu 2024 di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, (18/9/2019).
19 September 2019 21:40 WIB
Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Munas Partai Golkar belum ditetapkan, namun polemik sosok yang tepat memimpin Partai Golkar periode 2019-2024 terus bermunculan. Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandansyah mengatakan, sosok pemimpin yang tepat untuk menahkodai Partai Golkar haruslah sosok aktivis seperti Akbar Tandjung.

“Kalau Partai Golkar mau kembali berjaya seperti saat dipimpim Pak Akbar, maka sosoknya harus berlatar belakang aktivis bukanlah pengusaha seperti belakangan ini,” kata Iskandarsyah, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2019).

Iskandarsyah, Golkar hanya menunjukkan perkembangan paling pesat dibawah kepemimpinan Akbar Tandjung. Namun pasca Akbar Tandjung, Partai Golkar mengalami penuruna, terakhir saat dipimpin oleh Airlangga yang menurutnya makin terjun bebas.

“Sekarang ini Partai Golkar terjun bebas. Bukan mengalami penurunan lagi. Karena dipimpin oleh pengusaha, bukan aktivis,” kata Iskandarsyah.

Ketika disinggung siapa sosok yang tepat untuk memimpin Partai Golkar di periode 2019-2024? Iskandarsya menilai ada dua sosok yang tepat yakni Ridwan Hisjam dan Bambang Soesatyo.

“Ridwan Hisjam memiliki record yang jelas, dia adalah murid langsung dari Akbar Tandjung. Bahkan pernah berhasil memimpin Partai Golkar di Jawa Timur. Sedangkan Bambang Seosatyo merupakan sosok aktivis dan kader Partai Golkar yang merintis dari bawah,” kata Iskandar.

Mengenai waktu yang tepat Munas, Iskandarsyah mengatakan, Munas Golkar harus digelar sesuai konstitusional atau peraturan Partai yakni AD/ART.

“harus sesuai AD/ART, soal bulan tidak harus Desember. Lebih baik sebelum pelantikan anggota dewan dan presiden terpilih,” kata Iskandarsyah.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto