logo

Dua Tanjakan Ekstrim Ruas Jalan Sorong-Makbon-Mega Tuntas Tahun 2022

Dua Tanjakan Ekstrim Ruas Jalan Sorong-Makbon-Mega Tuntas  Tahun 2022

Satker PJN Wilayah II Papua Barat Sorong, Sonny J Kudubun/Foto:Istimewa
19 September 2019 20:49 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG:Kepala  Satker Pelaksanaan Jalan Nasional  (PJN) Wilayah II Papua Barat Sorong, Sonny J Kudubun,ST, mengatakan, dua Tanjakan Ekstrim  ruas jalan Sorong-Makbon-Mega akan diturunkan  hingga  greatnya  mencapai  standar   18 (bisa dilewati mobil kecil) seperti Avanza dan lainlain.

“Beberapa hari lalu, mahasiswa mempertanyakan ketinggian ruas  jalan gunung  Malumkarta di kilo meter (KM) 54 dan  gunung Della  KM  84. Dua tanjakan gunung tersebut terdapat pada ruas jalan nasional Sorong-Makbon-Mega  sepanjang  103 KM,”kata  Sonny Kudubun.

Ruas  jalan   tersebut  42 KM  belum  teraspal atau masih rigid pavement dan masih berupa perkerasan jalan tanah (Japat/ urpil). Akibat  keterbatasan anggaran, kedua tanjakan tersebut belum bisa dikerjakan  tahun 2019 ini.

“Kedua tanjakan di KM 54 dan KM 84 tersebut, akan  dituntaskan  melalui  kontrak  multi years  dimulai sejak  tahun 2020  hingga  selesai 2022,” katanya.

 Menurutnya,  pihak BPJN XVII Manokwari, PJN Wil II Sorong  dan  Bupati Tambrauw  sudah berkoordinasi untuk penanganan ruas masing-masing.

 Balai Jalan  Nasional menangani Sorong-Makbon -  Mega  sedangkan  Kabupaten Tambrauw menangani ruas jalan Mega- Fef-Sausafor 70 Km.

 Jika terlaksana  semua  pekerjaannya  tahun 2020 maka  dipastikan tahun 2022 hambatan  ruas jalan tersebut  dapat  teratasi.

Diharapkan,  masyarakat pun  mendukung program pembangunan  ruas jalan  Sorong-Makbon-Mega tersebut agar  penyelesaiannya mudah terlaksana.

Bupati Tambrauw, Gabriel Azem, ketika diminta tanggapannya  di Sorong beberapa hari lalu, mengatakan , warga daerah ini berharap bantuan berbagai  pihak termasuk Balai PJN  Papua Barat dan Gubernur Papua Barat untuk membangun  jalan di daerah ini.

“Kami,  masing-masing mengerjakan ruasnya sehingga beberapa tahun ke depan jalan sudah  menjangkau  Kabupaten Tambrauw dari kota-kota besar di Provinsi Papua,”katanya.

Menurut Bupati Gabriel, memang hanya dengan cara gotong royong tersebut masalah jalan  di Tambrauw bisa teratasi. “Pasalnya, seperti diketahui bahwa kabupaten Tambrauw dengan anggarannya yang begitu kecil tak mungkin bisa mengerjakan  jalan seluruhnya  di daerah yang begitu luas,”katanya.

Ia, berterima kasih karena pihak PUPR teristimewa  Balai PJN Papua Barat dan  Satker  Wilayah II Sorong ,  telah berupaya keras untuk  membangun jalan dari  Sorong ke Sausafor dan ke Mega.

Mudah-mudahan ke depan  semuanya lancar, sehingga  cita-cita masyarakat  untuk menikmati perjalanan darat langsung  Tambrauw – Sorong tercapai, demikian Gabriel. ***  

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto