logo

Ungkapan Duka Cita dan Penghormatan Dari Kamboja Untuk Sang Profesor BJ Habibie

Ungkapan Duka Cita dan Penghormatan Dari Kamboja Untuk Sang Profesor BJ Habibie

17 September 2019 22:23 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - PHNOM PENH - Buku Duka Cita atas berpulangnya Prof Dr Ing Bacharuddin Jusuf Habibie yang dibuka sejak Senin (16/9/2019) di KBRI Phnom Penh terus didatangi oleh para pejabat Pemerintah Kamboja, Duta Besar atau perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) asing dan Organisasi Internasional di Kamboja hingga Selasa.

Menurut laporan  KBRI Phnom Penh dalam rilisnya kepada suarakarya.id, yang hadir untuk menorehkan ungkapan duka cita sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada sang Profesor, diantaranya,  beberapa pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri HE Sea Kosal; Duta Besar/perwakilan diplomatik negara-negara sahabat seperti Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Republik Korea, Kuwait, Laos, Malaysia, Myanmar, India, Inggris, Rusia, Pakistan, Singapura, Timor-Leste, Thailand, Turki, Viet Nam, Uni Eropa; serta perwakilan dari PBB dan Pasukan Khusus Tentara Kamboja 911.

“On behalf of the Government of the Kingdom of Cambodia, I would like to convey my deepest condolence to the Government and People of the Republic of Indonesia on the passing of H.E. Prof. Dr. Ing Bacharuddin Jusuf Habibie, the former President of Indonesia. This is a huge loss of an outstanding leader of Indonesia. Our thoughts and prayers are also with his bereaved family of this moment of immense lost and grief,” kata  Wakil Menlu/Secretary of State, HE  Sea Kosal, mengungkapkan ucapan simpati
atas nama Pemerintah Kamboja.

“Presiden BJ Habibie akan dikenang sebagai seorang negarawan sejati dari Indonesia yang menjunjung tinggi kebebasan pers dan hak asasi manusia, berintegritas di tengah tekanan kekuasan dan berani mengambil keputusan yang sulit… Selamat Jalan Bapak Presiden…”, demikian cuplikan tulisan dari Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes Australia di Kamboja.

“Mr Habibie was a well respected statesman whose positive influence was felt, not only in Indonesia, but in the broader southeast Asian region. His legacy, especially on democracy and the rule of law will always be remembered. His visionary and bold leadership will not be forgotten, “ ujar Kuasa Usaha Ad-Interim Kedubes Filipina untuk Kamboja.

“President Habibie was a key leader who guided Indonesia through the Reformasi and played a crucial role in managing Indonesia’s response to the 1997 Asian Financial Crisis. He was instrumental in developing Batam, Bintan and Karimun as special economic zone, driving Indonesia’s economic development and uplifting the lives of many Indonesians,”  tulis perwakilan dari Kedubes Singapura di Kamboja.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng  mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi atas perhatian, ucapan simpati dan doa tulus yang dipersembahkan oleh sahabat dan kolega di Kamboja atas berpulangnya Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie. Ucapan dan doa tersebut tentunya sangat berarti dan mencerminkan jalinan persahabatan yang kuat baik dalam suka maupun duka.

Profesor Habibie yang dikenal sebagai Bapak Demokrasi, Bapak Reformasi, Bapak Teknologi ini wafat pada Rabu (11/9/2019), pukul 18.05 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta dan menghembuskan nafas terakhir pada usia 83 tahun, setelah dirawat secara intensif di RSPAD sejak 1 September 2019. ***