logo

Somasi Kepada Airlangga Hartarto Menyesatkan

Somasi Kepada Airlangga Hartarto Menyesatkan

Wakil Ketua Bidang Hukum Dan HAM Muslim Jaya Butarbutar (kiri) fose bersama Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)
19 September 2019 07:49 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, Muslim Jaya Butarbutar, SH.MH mengaku geli dan heran adanya somasi kepada Ketua Umum Partai Golkar Arlangga Hartarto yang dilakukan oleh segelintir pengurus pleno DPP Partai Golkar.

Somasi  tersebut tak elok, temdensius, tidak pada tempatnya, dan cenderung subyektifitas yang berlebihan.

"Jika hal itu alasan utamanya bahwa keterpurukan Partai Golkar karena kinerja Ketua Umun Partai Golkar Airlangga Hartarto,  itu berlebihan. Yang menjadi pertanyaan apanya yang terpuruk?" Ucap Muslim balik mempertanyakan.

Dia merinci, perolehan suara Golkar pada Pileg 2019 lalu berada di urutan kedua. Suatu prestasi yang baik disaat pileg 2019 sangat kompleks dengan segala macam persoalan.

Sistem pemilu yang serentak dengan pilpres, jelas secara politik menguntungkan bagi PDIP, karena Joko Widodo adalah calon presiden dari partai tersebut.

Menurut Muslim, kawan-kawan pengurus pleno DPP Partai Golkar sebetulnya sangat memahami kondisi tersebut. Apalagi Ketum Airlangga Hartato menakodai Partai Golkar disaat partai ini terpuruk diterpa badai Setya Novanto

"Praktis Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto baru 1 tahun lebih menakodai partai ini, sehingga rasanya terlalu berlebihan dan sangat tidak adil jika kawan- kawan pengurus pleno menyebut keterpurukan Golkar akibat kinerja ketum Airlangga," ucap Muslim yang juga Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957 ini.

Menurut dia, somasi kepada Airlangga bisa dikatakan sebagai somasi yang menyesatkan dan tidak lucu.

Terkait rapat pleno DPP Partai Golkar yang dituntut kawan- kawan pengurus pleno, Muslim berpendapat pada waktunya DPP Partai Golkar akan melakukan rapat pleno.

"Biarkan dulu DPP Partai Golkar melakukan tugasnya menyelesaikan alat kelengkapan dewan dari tingkat provinsi dan kabupaten/ kota yang saat ini sedang berproses," ujarnya lagi.

Dia berharap seluruh jajaran kepengurisan merapatkan barisan dan menciptakan Golkar yang kondusif jangan biarkan Golkar terpecah.

Editor : Yon Parjiyono