logo

PKH Bukan Hanya Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan, Tapi Siap Hadapi Industri 4.0

PKH Bukan Hanya Berhasil Turunkan Angka  Kemiskinan, Tapi Siap Hadapi Industri 4.0

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita. (foto,ist)
18 September 2019 18:22 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Untuk meningkatkan akurasi data dan memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) berjalan efektif. Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan aplikasi berbasis digital e-PKH Program Keluarga Harapan (PKH).

"E-PKH adalah terobosan berbasis digital yang dilakukan Kementerian Sosial yang membuktikan bahwa PKH telah siap menyongsong era insdustri 4.0, era big data, era internet," tutur Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, saat pembukaan Bimbingan Pemantapan Koordinator dan Bimbingan Teknis Aplikasi e-PKH di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Dia mengatakan, e-PKH semakin memudahkan proses validasi calon penerima PKH tanpa kertas dan berkas. Karena, paperless, dapat menghitung bansos secara otomatis, dan dapat memasukkan hasil verifikasi komitmen Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara cepat

“Selain itu, kita dapat menghitung bantuan sosial secara otomatis, memasukkan hasil verifikasi komitmen KPM secara cepat, pemutakhiran data secara langsung, serta monitoring pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) secara berkelanjutan,” tutur Mensos.

Oleh karena itu, lanjut dia, aplikasi e-PKH menjadi sangat penting sebagai alat dalam pencapaian target kinerja program. Dikenukakannya, Kementerian Sosial pada 2019, menargetkan sebanyak 800 ribu KPM akan lulus dari kepesertaan atau biasa disebut Graduasi Sejahtera Mandiri.

"Selanjutnya pada 2020, ditargetkan sebanyak satu juta KPM tergraduasi secara mandiri," ujar Mensos.

Kegiatan bimbingan pemantapan koordinator PKH Tahun 2019, diikuti oleh 729 peserta. Terdiri dari koordinator regional, koordinator wilayah, serta koordinator/ kabupaten kota pelaksana PKH dari 5 provinsi di 22 kabupaten/kota.

Sedangkan, kegiatan bimbingan teknis aplikasi e-PKH tahun 2019 diikuti oleh 2.101 peserta, yang terdiri dari administrator pangkalan data provinsi dan kabupaten/ kota, serta perwakilan dinas sosial provinsi pelaksana PKH dari 22 kota dan 12 provinsi.

Pada kesempatan itu, Mensos juga memberikan penghargaan kepada pemerintah kota dan kabupaten yang paling aktif melakukan Verifikasi dan Validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial menggunakan e-PKH. Kali ini penghargaan diberikan kepada tiga kabupaten/kota yaitu Kota Mojokerto, Kabupaten Pemalang, serta Kabupaten Banyumas.

Editor : Markon Piliang