logo

Mobil Listrik UMS Siap Bersaing Di Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019

Mobil Listrik UMS Siap Bersaing Di Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019

Mobil listrik karya mahasiswa UMS siap bertanding di ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019
16 September 2019 19:37 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Jawa Tengah meluncurkan mobil listrik karya mahasiswa Fakultas Teknik UMS. Mobil listrik yang diberi nama UEV-15 Trisula dan Ababil Evo II tersebut akan bersaing dengan mobil listrik lain dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) dan  Universitas Negeri Malang pada tanggal 24 – 28 September 2019 di Sirkuit JSI, Kota Malang, Jawa Timur.

Peluncuran mobil listrik tersebut dilakukan Wakil Rektor III UMS, Taufik Kasturi di lobi gedung Siti Walidah UMS, Senin (16/9/2019).

"Harapannya bisa memberikan yang terbaik untuk UMS meskipun bersaing dengan universitas ternama," kata Taufik.

Selain mengirimkan dua mobil listrik dari tim organisasi Electric Car Research Center (ECRC) UMS), dalam kompetisi hemat bahan bakar itu  juga mengirimkan satu mobil berbahan bakar gasoline yang diberi nama Bayu Surya Proto UM 0.0.

Dalam kompetisi itu, tim UMS mengikuti kelas urban concept dan kelas prototype. Untuk kelas urban concept, mobil didesain sesuai dengan kendaraan pada umumnya dengan menggunakan empat roda. Sedangkan untuk prototype adalah kendaraan masa depan dengan desain khusus yang memaksimalkan aspek aerodinamika. Dalam kontes tersebut bahan bakar yang diperbolehkan adalah  gasoline, diesel, ethanol dan listrik.

"Saat ini kita optimalkan untuk kecepatan melalui cara driving. Karena yang jadi inti adalah di transmisi selain engine dan cara menyetir," jelas Pembimbing Tim UMS, M Al Fatih Hendrawan.

Lebih lanjut Fatih mengatakan untuk mobil Trisula kelas urban listrik memiliki spesifikasi baterai Li-Ion 17,5 AH 48 Volt. Dengan mesin penggerak atau drivetrain, brushless direct current motor 1000 watt. Dengan kecepatan mencapai 55 km/jam, 600rpm dan waktu yang digunakan untuk pengisian baterai selama 8,75 jam.

"Sedangkan untjk tipe prototipe menggunakan baterai Li-Ion 8,7 AH 48 Volt," jelasnya lagi.

Untuk mesin menggunakan brushless direct current Motor 350 watt, over power watt  > 1000 watt. Kecepatan mencapai 40 km/jam dan waktu pengisian baterai membutuhkan waktu 4,35 jam.

Sedangkan untuk mobil Bayu Surya untuk kategori prototipe gasiline menggunakan bahan bakar gasoline. Menggunakan mesin ignition spark 115cc. Mobil dengan berat 95 kg tersebut menggunakan bahan fiberglass composite untuk body kendaraan.

"Untuk mobil Bayu Surya kami memaksimalkan kinerja mobil 300 km per liter. Saat test drive kecepatan mencapai 200 km per liter. Saingan terberat kami dari ITS, UI dan Gunadarma. Dalam kompetisi nanti penilaian untuk efisiensi bahan bakar," ujar ketua tim mobil Bayu Surya, Bejo Aji Agus Saputro.

Ketua tim mobil Trisula, Ibnu Shokhibul Khak, menargetkan bisa masuk 10 besar dalam kompetisi tersebut. UMS termasuk dalam pendatang baru dalam kelas urban.

"Untuk mobil Ababil EVO II kami targetkan masuk tujuh besar," tambah ketua tim mobil Ababil, Agus Arif Setyono. ***

Editor : B Sadono Priyo