logo

Caleg Mantan Napi Bojonegoro Dikenai Sanksi Peringatan Tertulis

Caleg Mantan Napi Bojonegoro Dikenai Sanksi Peringatan Tertulis

Caleg Dwi Priyo Raharjo (tengah) menyalami para pengunjung sidang di Bawaslu Jatim
12 Juni 2019 20:16 WIB

Penulis : Andira

SuaraKarya.id -
SURABAYA: Caleg terpilih untuk DPRD Bojonegoro yang berstatus mantan napi dinyatakan melakukan pelanggaran administratif oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jatim. Caleg Dwi Priyo Raharjo dari Partai Nasdem itu hanya dikenai sanksi berupa peringatan tertulis.

Menurut Majelis Bawaslu Jatim yang diketuai Ikhwanudin Alfianto, Priyo selaku terlapor 1 terbukti sudah mengumumkan statusnya sebagai napi di dua media online. "Peringatan tertulis untuk terlapor 1 (Priyo)," ujarnya dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan di  Bawaslu Jatim, Rabu (12/6/2019).

Dalam pertimbangannya, Majelis Bawaslu Jatim menyebut terlapor sudah mempublikasikan status dirinya sebagai mantan napi di media kabargress.com dan ikilhojatim.com pada 12 Juni 2018 dan 10 Juni 2018.  Pihak KPU Bojonegoro selaku terlapor 2, juga sudah memasang pengumuman tentang nama terlapor 1 yang masuk daftar callon sementara, agar mendapat tanggapan dari masyarakat.

Tapi selama periode pengumuman 12 Agustus-21 Agustus 2018 tersebut, tidak ada satupun tanggapan yang masuk. Pihak KPU akhirnya menetapkan nama Priyo dalam daftar calon tetap, hingga akhirnya terpilih karena meraih banyak suara.

Padahal sebelumnya, pelapor Bawaslu Bojonegoro, Mujiono menyebut, tidak muncul bukti publikasi tersebut saat dilakukan klarifikasi di Bojonegoro. "Bukti publikasi pada 10 Juni 2018 itu baru muncul di persidangan Bawaslu Jatim ini," ujarnya.

Terkait dengan putusan tersebut, pihaknya mengaku akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Yang jelas, pihaknya sudah berusaha menindaklanjuti temuan pelanggaran administrasi tersebut sesuai tupoksinya sebagai lembaga pengawas pemilu.

Pada bagian lain, Ketua KPU Jatim, Choirul Anam yang hadir mewakili Ketua KPU Bojonegoro yang sudah habis masa kerjanya itu, menyatakan proses pencalegan Priyo akan terus berlanjut. "Sesuai ketentuan, terlapor berhak mengikuti tahapan proses berikuntya," ujarnya.

Seperti diketahui, caleg Partai Nasdem yang dikenal suka berkelahi itu dilaporkan oleh Ketua LSM Mliwis Putih, Bambang Laras Mudjisatoto ke Bawaslu Bojonegoro pada Kamis (9/5/2019). Tokoh ini menduga ada manipulasi data pendaftaran yang dilakukan caleg yang pernah mendapat putusan pengadilan dengan ancaman lima tahun lebih tersebut.

Berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum menyebutkan, pasal 240 terkait bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/Kota adalah warga negara Indonesia dan harus memenuhi persyaratan sesuai ayat 1 poin (g). Caleg yang bersangkutan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana.***

Editor : Yon Parjiyono
Bank Jatim