logo

BPPSDMP Siapkan 3 Program Andalan Cetak SDM Pertanian Yang Mumpuni

BPPSDMP Siapkan 3 Program Andalan Cetak SDM Pertanian Yang Mumpuni

Mentan Andi Amran Sulaiman berhalal bihalal di BPPSDMP, Rabu (12/6/2019).
12 Juni 2019 18:05 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tahun 2019 merupakan tahun pembangunan SDM Pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) telah menyiapkan 3 program andalan untuk menciptakan tenaga pertanian yang mumpuni.

"Kita punya 3 program untuk pengembangan SDM Pertanian guna mewujudkan SDM yang profesional, mandiri dan berdaya saing,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono saat acara halal bihalal (HBH) keluarga besar BPPSDMP bersama Mentan Amran Sulaiman didampingi Ibu Hj. Martati Sulaiman, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Program pertama dari aspek pendidikan. Untuk saat ini Kementan (dalam hal ini BPPSDMP) telah membangun Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

Polbangtan tersebut berada di 6 lokasi, yakni: Medan (Sumatera Utara), Bogor (Jawa Barat), Magelang-Yogyakarta (Jawa Tengah), Malang (Jawa Timur), Gowa (Sulawesi Selatan), dan Manokwari (Papua Barat). "Rencananya kita akan membangun 10 Polbangtan," ujar Momon.

Untuk saat ini Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia masih dikaji di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Apabila sudah selesai di Kemenkumham, di bulan September ini akan dibuka penerimaan mahasiswa baru sebanyak 72 orang dari berbagai macam negara karena tarafnya internasional,” jelas Momon.

Polbangtan sendiri tujuannya adalah menghasilkan wirausahawan muda dan siap kerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Makanya lulusan Polbangtan diharapkan dapat menjadi job creator dan job seeker. Tak heran di tahun ini penerimaan mahasiswanya menjadi 1.300 orang, padahal sebelumnya kurang dari 1.000 orang.

“Kita ciptakan wirausahawan muda dan SDM yang siap kerja di dunia usaha serta industri pertanian. Makanya Program Studi yang ada di Polbangtan bukan hanya penyuluhan saja, melainkan ada yang non penyuluhan,” terang Momon.

Program kedua, yakni pelatihan. Jadi untuk meningkatkan kemampuan kerja SDM Pertanian, akan diadakannya pelatihan.

"Pelatihan ini nanti akan mendapatkan standarisasi dan sertifikasi kompetensi profesi SDM yang bekerja di bidang pertanian," ujarnya.

"Pelatihannya berbasiskan teknis manajemen, sehingga akan tercipta SDM pertanian yang mumpuni. Selain itu, akan ada penumbuhan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya),” tambah Momon.

Program ketiga, penyuluhan. Momon mengatakan bahwa penyuluhan masih menjadi program utama dalam pengembangan SDM Pertanian karena penyuluhan merupakan akar dari terciptanya SDM yang andal.

“Untuk tahun ini, penyuluhan masih tetap berjalan karena ini tugas utama kita. Tetapi di tahun ini yang akan dititikberatkan adalah penguatan kelembagaan petani (korporasi petani) agar kedepannya mereka mampu bersaing di dunia usaha dan industri,” ucap Momon. ***

Editor : Laksito Adi Darmono
Bank Jatim