logo

Polisi: Pengendara Lawan Arus Dominasi Pelanggaran Selama Operasi Ketupat Jaya

Polisi: Pengendara Lawan Arus Dominasi Pelanggaran Selama Operasi Ketupat Jaya

Polisi melakukan tilang bagi pengendara yang melanggar lalu lintas selama operasi Ketupat Jata 2019.
12 Juni 2019 07:11 WIB

Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mencatat telah menilang 12.610 pengendara pelanggar lalu lintas di DKi Jakarta dan sekitarnya, dalam kurun waktu 13 hari Operasi Ketupat Jaya, mulai dari tanggal 29 Mei hingga 10 Juni 2019.

"Hasil penindakan pelanggar lalu lintas selama 13 hari Operasi Ketupat Jaya, tilang 12.610 pelanggar, teguran 15.769 pelanggar," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol M Nasir, Rabu (12/6/2019).

Lebih lanjut Nasir mengatakan, jumlah kendaraan yang terlibat pelanggaran sebanyak 12.610 unit.

"Sepeda motor mendominasi jumlah kendaraan yang melakukan pelanggaran sebanyak 9.162 unit, diikuti mobil penumpang 2.776 unit, bus 136 unit, dan mobil barang 536 unit," katanya.

Pelanggaran sepeda motor antara lain lawan arus 1.741 kasus, pelanggaran dilarang berhenti dan parkir 1.214 kasus, tidak pakai helm 1.073 kasus, tidak menyalakan lampu utama 944 kasus, sisanya seperti boncengan lebih dari satu orang, pelanggaran rambu lalu lintas, perlengkapan sepeda motor, dan lainnya.

"Pelanggaran mobil, larangan berhenti dan parkir sebanyak 709 kasus, marka berhenti 367 kasus, perlengkapan kendaraan 75 kasus, sisanya tidak pakai sabuk pengaman dan lainnya," ucap Nasir.

Ia menyampaikan, polisi menyita barang bukti dalam melakukan penilangan berupa 5.602 lembar Surat Izin Mengemudi (SIM), 6.984 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan 24 kendaraan bermotor.

"Lokasi terjadinya pelanggaran antara lain di jalan nasional 6.870 kasus, jalan provinsi 2.623 kasus, jalan kabupaten 3.093 kasus, dan jalan desa 24 kasus," kata Nasir.

Editor : Yon Parjiyono
Bank Jatim